Example floating
Example floating
Home

Heboh! Ilmuwan Bongkar Fakta Tersembunyi Kematian Covid-19 di China!

A. Daroini
×

Heboh! Ilmuwan Bongkar Fakta Tersembunyi Kematian Covid-19 di China!

Sebarkan artikel ini
Kematian Covid-19 di China

Memo.co.id

Sejumlah ilmuwan dunia menyangkal angka resmi kematian akibat Covid-19 yang diumumkan oleh pemerintah China pada bulan Februari.

Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional

Dilansir dari laporan The New York Times, para ilmuwan menduga bahwa Covid-19 mungkin telah menyebabkan kematian hingga 1,5 juta orang di China.

Kontroversi ini menjadi perbincangan hangat karena angka kematian yang tinggi tersebut, dengan jumlah penduduk China yang mencapai 1,4 miliar jiwa.

Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum

Selain itu, data kremasi dari Provinsi Zheijiang juga menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi dari yang dilaporkan oleh pemerintah. Ahli epidemiologi dan demografi dari berbagai universitas pun berpendapat bahwa angka sebenarnya kemungkinan besar lebih tinggi daripada yang diumumkan secara resmi.

Dugaan Penyembunyian Fakta, Apakah China Manipulasi Statistik Covid-19

Beberapa ilmuwan internasional menolak angka resmi dari pemerintah China yang menyatakan bahwa jumlah total kematian akibat Covid-19 adalah 83.150 jiwa pada bulan Februari. Mengacu pada laporan dari The New York Times, diperkirakan bahwa Covid-19 telah menyebabkan kematian sekitar 1,5 juta orang di China.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

Jumlah penduduk China secara keseluruhan mencapai 1,4 miliar, sedangkan di Provinsi Zheijiang terdapat sekitar 65,8 juta penduduk. Para ahli epidemiologi dari Hong Kong University juga setuju dengan pernyataan tersebut, menyatakan bahwa jumlah kematian sebesar 1,5 juta orang memberikan perkiraan kasar terhadap angka sebenarnya.

Angka Kematian Covid-19 China Diduga Tidak Akurat, Ilmuwan Bicara!

Profesor Lauren Ancel Meyers dari University of Texas juga ikut menilai situasi ini dengan melihat total angka kremasi di salah satu provinsi. Ahli demografi dari University of North Carolina, Yong Cai, mengindikasikan bahwa kematian 1,5 juta penduduk diperoleh dari data kremasi selama periode lonjakan kematian yang terjadi pada bulan Desember tahun sebelumnya.