Example floating
Example floating
Home

Harta Tersembunyi di Bledug Kuwu! Lithium dan Boron Melimpah!

Alfi Fida
×

Harta Tersembunyi di Bledug Kuwu! Lithium dan Boron Melimpah!

Sebarkan artikel ini
Harta Tersembunyi di Bledug Kuwu! Lithium dan Boron Melimpah!
Harta Tersembunyi di Bledug Kuwu! Lithium dan Boron Melimpah!

MEMO

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan penemuan ‘harta karun’ baru berupa sumber daya lithium dan boron di wilayah Bledug Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah. Temuan ini memiliki potensi besar, terutama dengan kadar lithium yang dapat meningkat hingga 10 kali lipat setelah dikeringkan.

Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta

Koordinator Mineral Pusat Sumber Daya Mineral, Moehammad Awaluddin, menyatakan fokus intensif pada wilayah ini, membuka peluang penelitian lebih lanjut dalam bidang geokimia, geofisika, dan hidrogeologi.

Bledug Kuwu: Temuan ‘Harta Karun’ Lithium dan Boron yang Mendunia

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru-baru ini mengumumkan penemuan sumber daya lithium di wilayah Bledug Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah, yang dapat dianggap sebagai ‘harta karun’ baru. Keberadaan potensi sumber daya lithium ini sangat signifikan.

Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup

Moehammad Awaluddin, Koordinator Mineral Pusat Sumber Daya Mineral, Batu Bara, dan Panas Bumi di Badan Geologi Kementerian ESDM, mengungkapkan adanya temuan potensi lithium yang besar di Bledug Kuwu, Jawa Tengah. Saat ini, Badan Geologi sedang fokus untuk mempelajari temuan sumber lithium baru di wilayah tersebut.

“Kami menganggap hal yang paling menarik adalah di Bledug Kuwu di Grobogan, Jawa Tengah. Oleh karena itu, kami memusatkan perhatian di sana,” kata Awaluddin saat diwawancarai di sela-sela acara Badan Geologi di Hotel Jayakarta, Jakarta Barat, pada Kamis (7/12/2023).

Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan

Awaluddin menjelaskan bahwa sumber daya lithium yang ditemukan di wilayah tersebut berasal dari sistem brine atau lumpur dan air. Dia menyatakan bahwa sampel air dan lumpur tersebut dianalisis dengan cara dikeringkan, yang dapat meningkatkan kadar lithium hingga 10 kali lipat.