Example floating
Example floating
Home

Harga Minyak Anjlok di Asia! Kekhawatiran Permintaan dan Data Ekonomi Membuat Gejolak!

Alfi Fida
×

Harga Minyak Anjlok di Asia! Kekhawatiran Permintaan dan Data Ekonomi Membuat Gejolak!

Sebarkan artikel ini
Harga Minyak Anjlok di Asia! Kekhawatiran Permintaan dan Data Ekonomi Membuat Gejolak!
Harga Minyak Anjlok di Asia! Kekhawatiran Permintaan dan Data Ekonomi Membuat Gejolak!

Pada awal pekan sebelumnya, harga minyak juga mengalami penurunan setelah data menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS turun lebih sedikit dari perkiraan, dan Federal Reserve AS menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase, meninggalkan kemungkinan kenaikan lebih lanjut di masa mendatang.

Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates LLC di Galena, Illinois, menyatakan, “Kami masih belum melihat banyak peningkatan permintaan produk, terutama dalam produk sampingan yang telah memberikan sebagian besar dukungan terhadap kenaikan harga dalam sebulan terakhir.”

Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional

Demikianlah gambaran mengenai situasi harga minyak pada perdagangan awal Asia yang mencerminkan dampak dari kekhawatiran permintaan dan data ekonomi yang beragam. Semua informasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi pasar minyak saat ini.

Harga Minyak Turun di Awal Perdagangan Asia: Kekhawatiran Permintaan dan Data Ekonomi yang Kuat Mempengaruhi Pasar

Harga minyak mengalami kenaikan karena adanya harapan perlambatan ekonomi global mulai mereda berkat laporan laba yang positif dan data ekonomi AS yang melebihi perkiraan.

Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum

Departemen Perdagangan AS bahkan melaporkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua tumbuh sebesar 2,4 persen, mengungguli konsensus sebelumnya sebesar 1,8 persen.

Meskipun data ekonomi AS yang lebih baik, kenaikan suku bunga oleh bank sentral global untuk mengatasi inflasi yang tinggi menimbulkan pertanyaan tentang permintaan jangka panjang terhadap minyak. The Fed baru-baru ini menaikkan suku bunga 25 basis poin dan Bank Sentral Eropa juga mengerek suku bunga pada tanggal 27 Juli.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"