Harga Gabah dan Beras Turun, Buwas: Bukan Karena Impor

  • Whatsapp
Harga Gabah dan Beras Turun, Buwas: Bukan Karena Impor
Harga Gabah dan Beras Turun, Buwas: Bukan Karena Impor
banner 468x60

Jakarta, Memo

Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik alias Bulog Budi Waseso atau Buwas mengatakan Bulog saat ini masih terus melakukan penyerapan beras hasil panen petani dalam negeri sebagai upaya mempertahankan ketersediaan stok Cadangan Beras Pemerintah sekaligus mencermati munculnya isu penurunan harga beras di sejumlah daerah.

Bacaan Lainnya

Buwas mengakui bahwa di tengah upaya penyerapan tersebut, muncul isu tentang penurunan harga gabah dan beras akibat melimpahnya pasokan gabah dan beras dari hasil panen sebelumnya yang masih terus berlangsung.

“Memang saya mendapatkan laporan tentang penurunan harga gabah dan beras yang katanya akibat impor beras. Sebetulnya tidak demikian, tetapi lebih karena melimpahnya hasil panen dan akan semakin bertambah karena akan berlanjut dengan panen gadu nanti. Jadi bukan karena impor dan Insya Allah pemerintah tahun ini tidak perlu impor beras,” kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 6 Juli 2021.

Buwas memastikan bahwa penyerapan beras petani di tengah isu penurunan harga gabah dan beras akan tetap dilaksanakan oleh Bulog sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Sehingga, diharapkan harga gabah dan beras di tingkat petani tetap terjaga.

loading…

Sampai dengan 5 Juli 2021, perseroan sudah menyerap sebanyak 750 ribu beras petani dalam negeri. Di samping itu, Bulog memiliki gudang sebanyak 1.647 unit dengan kapasitas sebanyak empat juta ton yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dari hasil penyerapan yang dilakukan, Buwas mengatakan stok cadangan beras pemerintah masih terus terjaga dengan baik, yaitu sebanyak 1,4 juta ton yang juga merupakan batas aman sesuai penugasan pemerintah yaitu sebanyak 1 juta ton hingga 1,5 juta ton beras.

“Jumlah tersebut juga akan semakin bertambah mengingat masih ada sisa hasil panen sebelumnya di beberapa daerah, belum lagi nanti akan disusul dengan panen gadu beberapa bulan ke depan. Ini berarti pemerintah tidak perlu terburu-buru melakukan impor beras, karena cadangan beras dari hasil panen dalam negeri yang melimpah,” ujar Buwas.

Pos terkait