MEMO – Gunung Semeru, yang terletak di Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat (28/2/2025) pukul 02:42 WIB. Meski tinggi kolom erupsi tidak teramati, aktivitas vulkanik tersebut tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi gempa mencapai 148 detik.
Menurut laporan Ghufron Alwi, Petugas Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Semeru, erupsi kali ini juga disertai dengan 59 kali gempa letusan, dengan amplitudo 11-23 mm dan durasi gempa yang berlangsung antara 70 hingga 156 detik.
Melihat kondisi yang terjadi, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 8 km dari puncak gunung.
Selain itu, di luar jarak tersebut, warga diminta untuk tidak mendekati area 500 meter dari tepi sungai yang berada di sepanjang Besuk Kobokan, karena dikhawatirkan berpotensi terkena perluasan awan panas serta aliran lahar yang bisa meluas hingga 13 km dari puncak.
“Masyarakat juga diingatkan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari kawah Gunung Semeru, mengingat adanya bahaya lontaran batu pijar,” tegas Ghufron.
Warga di sekitar lereng Semeru juga diimbau untuk mewaspadai ancaman awan panas guguran (APG), aliran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak gunung. Sungai-sungai yang paling berisiko terdampak adalah:
- Besuk Kobokan
- Besuk Bang
- Besuk Kembar
- Besuk Sat
Tak hanya itu, potensi banjir lahar juga bisa terjadi di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan, terutama jika terjadi hujan deras yang memicu pergerakan material vulkanik.
Pemerintah dan petugas terkait terus memantau situasi untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar Gunung Semeru. Warga diminta untuk mengikuti arahan dari pihak berwenang dan tidak panik dalam menghadapi situasi ini.
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












