Masyarakat yang berada di luar radius dua kilometer dari Gunung Ruang diminta untuk tetap tenang, beraktivitas seperti biasa, dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak benar mengenai erupsi. Mereka juga diimbau untuk terus mengikuti perkembangan aktivitas gunung melalui aplikasi MAGMA Indonesia dan saluran informasi lainnya.
Pemerintah daerah, BPBD provinsi dan kabupaten, diharapkan untuk terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Ruang, Desa Tulusan, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung.
Baca Juga: Fenomena Lubang Amblas Gemparkan Warga, Pakar Geologi UGM Beberkan Ini
Tingkat aktivitas Gunung Ruang akan terus dievaluasi secara berkala, dan akan disesuaikan jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Status aktivitas akan tetap dianggap sama sampai ada evaluasi berikutnya.
Gunung Ruang mengalami erupsi pada 16 dan 17 April 2024, dan erupsi dahsyat terjadi pada 30 April 2025, yang menyebabkan warga di Pulau Ruang, Desa Pumpente dan Laingpatehi, harus direlokasi ke Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.












