Lebih lanjut, masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya banjir lahar hujan di sungai-sungai yang hulunya berada di puncak gunung. Kewaspadaan ini terutama ditingkatkan jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah-wilayah seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
“Bagi masyarakat yang wilayahnya terdampak hujan abu dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, sangat disarankan untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari potensi bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan,” tambahnya.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
Pemerintah Daerah setempat terus menjalin koordinasi yang erat dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki yang berlokasi di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Koordinasi juga dilakukan dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi di Bandung.
PVMBG sendiri akan secara berkelanjutan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) setempat dalam menyampaikan informasi terkini mengenai aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum












