Herman Yosef Mboro menegaskan bahwa status Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini masih berada pada level III atau Siaga. Mengingat kondisi tersebut, ia mengimbau dengan tegas kepada seluruh masyarakat dan pengunjung untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius enam kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki demi keselamatan bersama.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi resmi dari pemerintah daerah setempat. Penting untuk tidak mempercayai dan menyebarkan isu-isu yang tidak jelas sumber kebenarannya.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
“Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Gunung Lewotobi Laki-laki diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung. Kewaspadaan ini terutama ditingkatkan jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama di wilayah Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote,” imbaunya dengan serius.
Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik dari Gunung Lewotobi Laki-laki, dianjurkan untuk segera menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari potensi bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum












