Hasil pengukuran grafik amplitudo sesimik (RSAM) menunjukkan adanya fluktuasi energi gempa, dengan pola yang cenderung meningkat menjelang akhir periode pengamatan.
Saat ini, Gunung Kerinci berada pada status Level II (Waspada). Bahaya yang berpotensi muncul meliputi gas vulkanik dengan konsentrasi tinggi serta lontaran material batuan yang bisa terjadi tiba-tiba tanpa gejala awal yang jelas.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
Sebagai langkah antisipasi, Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan tidak memasuki area dalam radius tiga kilometer dari kawah puncak gunung, yang memiliki ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl).












