Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Nganjuk

Grebeg Suro Macopat Trah Gajah Mada Lambang Kebangkitan Budaya Jawa Di Peradaban Modernisasi

Mulyadi Memo
×

Grebeg Suro Macopat Trah Gajah Mada Lambang Kebangkitan Budaya Jawa Di Peradaban Modernisasi

Sebarkan artikel ini
IMG20260618195133 scaled

NGANJUK, MEMO – Komunitas pelestari dan penggiat budaya jawa di Kabupaten Nganjuk ternyata masih menyala di tengah peradaban modern seperti saat ini.

Itu dibuktikan dengan masih banyaknya beragam kegiatan bernuansa kejawen tetap eksis digelar di setiap moment moment tertentu yang dianggap sakral.

Seperti pada kalender jawa di bulan suro. Di bulan itu akan marak digelar acara acara tradisi Jawa seperti nyadranan ( bersih desa), grebek suro, jamasan pusaka, boyong pusaka, macopatan, barikan, sedekah bumi, grebek tumpeng, lelaku tirakatan dan masih banyak istilah lain seputar tradisi Jawa yang kental dengan muatan edukasi spiritual.

IMG20260618194344 scaled

Hikmah terbesar yang bisa dipetik bagi kalangan penganut aliran kepercayaan ( kapitayan) yaitu dalam rangka untuk pencapaian kesadaran mental, spiritual dan intelektual. Dengan cara lelaku penyucian diri dan penyatuan jiwa dengan sang pencipta dan alam semesta.

Itu bagian dari konsep ketauhidan penganut kaweruh Adi luhung yang tidak bisa tergantikan dengan apapun.

IMG20260618195205 1 scaled

” Tebusane cuma laku bener lan weninge ati pikiran tuwuhe amrih bisa nyampurnake laku kang becik ora gawe pitunane marang liyan ,” pitutur singkat Mangku Aji Sulistiyono saat usai menggelar acara grebek suro di petilasan maha Patih Gajah Mada di Desa Lambangkuning,Kertosono pada Kamis malam (18/06/2026) .

Agenda tahunan di bulan suro tersebut disampaikan Mangku Aji Sulistiyono selaku penggiat budaya memasuki tahun ke tujuh. Acara yang digelar dalam rangka hormat bulan suro sebagai bulan pertama kalender Jawa.

IMG 20260618 WA0131

Hadir dalam acara grebek suro tersebut dari Komonitas macopatan candi lor Nganjuk, perkumpulan ilmu penghayat dari Puwoasri Kediri, komunitas PAWON juga dari umat Vihara dan pemeluk lintas agama.

Untuk diketahui dalam acara tersebut menampilkan tarian khas Nganjuk yaitu tari Pujamaeswara sebagai simbol pemujaan. Juga tari gambyong melambangkan penyambutan. Acara diakhiri doa dan pembagian berkat berupa tumpengan, hasil bumi seperti polo pendem buah pisang serta jenang sengkolo kepada peserta ritual termasuk warga yang hadir dilokasi acara. (Adi)

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini