Geger Virus Nipah Mematikan! Rahasia Perlindungan Hidup Terungkap!

Geger Virus Nipah Mematikan! Rahasia Perlindungan Hidup Terungkap!
Geger Virus Nipah Mematikan! Rahasia Perlindungan Hidup Terungkap!

MEMO

Virus Nipah, penyakit yang telah menelan korban jiwa di India dan beberapa negara lainnya, menjadi sorotan utama dalam pemberitaan baru-baru ini. Artikel ini akan menguraikan dengan jelas bagaimana virus ini menyebar, gejalanya, dan yang terpenting, langkah-langkah penting yang bisa Anda ambil untuk mencegah penularannya.

Bacaan Lainnya

Simak kesimpulan artikel ini untuk panduan singkat tentang cara melindungi diri dan orang-orang di sekitar Anda dari ancaman virus Nipah.

Virus Nipah: Penularan, Gejala, dan Cara Melindungi Diri Anda

Virus Nipah saat ini menjadi topik pembicaraan setelah dua penduduk India dilaporkan meninggal karena infeksi virus ini. Tetapi, bagaimana sebenarnya virus Nipah menyebar dan apa saja cara untuk mencegah penularannya?

Virus Nipah, yang disingkat NiV, adalah jenis virus zoonotik yang dapat menular dari hewan ke manusia. Selain itu, virus ini juga bisa menyebar melalui makanan dan melalui kontak langsung antar-manusia.

Inang alami dari virus Nipah adalah kelelawar buah yang termasuk dalam keluarga Pteropodidae.

Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1999 ketika wabahnya menyerang peternak babi dan orang-orang yang memiliki kontak erat dengan hewan pembawa virus di Malaysia dan Singapura.

Sebagian besar kasus infeksi pada manusia disebabkan oleh kontak langsung dengan babi yang sakit.

Selanjutnya, wabah virus ini juga melanda Bangladesh dan India pada tahun 2001. Diperkirakan bahwa konsumsi buah atau produk buah yang terkontaminasi dengan urine atau air liur kelelawar yang terinfeksi menjadi sumber utama penularannya.

Bagaimana Virus Nipah Menular?

Menurut informasi dari CDC, virus Nipah menular melalui cairan seperti darah, urine, dan air liur dari hewan yang terinfeksi. Oleh karena itu, kontak dengan hewan yang terinfeksi dapat meningkatkan risiko penularan.

Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui produk makanan yang telah terkontaminasi oleh cairan hewan yang terinfeksi. Sebagai contoh, kurma atau buah-buahan yang terkena air liur kelelawar pembawa virus Nipah dapat menjadi sumber penularan.

Pos terkait