NGANJUK, MEMO – Sudah sepekan terakhir ini pada bulan Agustus gelombang kecepatan angin di wilayah Kabupaten Nganjuk relatif kencang. Hal itu tampaknya berpotensi terjadinya musibah angin puting beliung.
Dan itu benar terjadi. Tepatnya pada hari Rabu sore ( 27/08/2025) sekitar pukul 17.00 WIB, angin puting beliung menerjang satu unit ruang kelas dan mushola milik SDN 1 Sambiroto Kecamatan Baron,Nganjuk.

Akibat kejadian itu, dua unit gedung milik pemerintah daerah tersebut mengalami kerusakan cukup serius. Terutama pada bagian atap yang terbuat dari seng dan genting beterbangan disapu angin. Termasuk plafon dalam ruang kelas Vl juga ambrol tertimpa pecahan atap.
” Kejadian pada sore hari sekitar pukul lima,”kata Suparno guru SDN 1 Sambiroto.

Hal senada dikatakan Kepala Desa Sambiroto, Achmad Sarif membenarkan kejadian tersebut. Dalam wawancara dengan para awak media , kades menegaskan untuk mengosongkan ruang kelas dan mencari ruang belajar sementara yang lebih aman.
” Hal itu untuk mengantisipasi jangan sampai anak didik jadi korban karena tertimpa plafon ,” ujar Achmad Sarif di lokasi kejadian hari ini ( Jumat, 29/08/2025).

Diinformasikan juga bahwa gedung yang diterjang puting beliung tersebut awalnya adalah gedung perpustakaan bangunan tahun 2013. Karena SDN 1 Sambiroto kekurangan ruang kelas, akhirnya memanfaatkan ruang perpustakaan tersebut untuk ruang belajar siswa kelas Vl. ( Adi)
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












