MEMO – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Banyumas ke-454, acara Gebyar Pentas Seni dan UMKM Banyumasan digelar dengan penuh semarak di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, pada Minggu (23/2/2025). Acara ini menjadi ajang bagi masyarakat Banyumas di tanah rantau, khususnya Jabodetabek, untuk berkumpul dan melestarikan seni serta budaya khas daerahnya.
Pentas seni ini menampilkan berbagai pertunjukan budaya khas Banyumas, seperti tarian tradisional, atraksi kuda lumping, hingga bazar yang menyajikan kuliner khas dari daerah tersebut. Acara ini dihadiri oleh banyak warga Ngapak yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, yang antusias menyaksikan pergelaran seni dari tanah kelahiran mereka.
Ketua Penyelenggara, Titi Ngudiati, menyampaikan bahwa acara ini merupakan hasil kolaborasi seniman asal Banyumas yang berdomisili di Jabodetabek. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan dan menjaga eksistensi seni serta budaya Banyumas di tengah masyarakat urban.
“Harapan kami, acara ini bisa menjadi momen kebangkitan budaya Banyumas. Bukan hanya dari segi seni tari dan bahasa, tetapi juga dari aspek kuliner dan dialek Ngapak yang beragam,” ungkap Titi saat ditemui di lokasi acara.
Menurutnya, ini adalah kali pertama acara Banyumasan diselenggarakan di Jakarta. Ia berharap momentum ini bisa menjadi pendorong bagi para seniman dan pelaku ekonomi kreatif Banyumas yang berada di perantauan agar terus berkembang.
Acara ini juga mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, yang turut hadir untuk menyaksikan pertunjukan tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat positif karena berperan dalam melestarikan budaya daerah.
“Saya sangat mengapresiasi pentas seni Banyumas hari ini. Kita bisa melihat ada tarian tradisional, atraksi kuda lumping, hingga berbagai produk UMKM yang menjajakan makanan khas Banyumas,” ujar Adisatrya.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, ia berencana menjadikan acara ini sebagai agenda tahunan di Jakarta.
“Bisa dilihat sendiri, antusiasme warga sangat luar biasa. Tidak hanya orang tua, tapi banyak juga anak-anak yang diajak untuk mengenal budaya leluhurnya. Teman-teman dari Banyumas yang merantau juga pasti rindu dengan budayanya sendiri,” tambahnya.
Sebagai informasi, Hari Jadi Kabupaten Banyumas diperingati setiap tanggal 22 Februari. Penetapan tanggal tersebut telah diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 10 Tahun 2015.
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












