Panitia pelaksana menyebutkan bahwa proses seleksi tahun ini akan lebih ketat, mengedepankan aspek penguasaan materi, teknik komunikasi, hingga adab saat menyampaikan pesan di hadapan publik.
Lebih lanjut, Gus Qowim berpesan agar para peserta tidak hanya mengejar gelar juara. Ia ingin para alumni Festival Dai ini nantinya bisa terjun ke masyarakat sebagai agen perubahan yang membawa kesejukan. Dakwah yang disampaikan diharapkan mampu menyentuh sisi kemanusiaan, membangun kerukunan, dan memotivasi sesama untuk berkontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Baca Juga: Anggota DPRD Kabupaten Kediri dari PDIP, Syaifuddin, terseret kasus ujian perangkat desa.
Kehadiran tokoh-tokoh lokal dan masyarakat dalam pembukaan ini juga mempertegas dukungan penuh Kediri sebagai kota yang religius namun tetap dinamis. Dengan dimulainya kompetisi ini, Kediri kembali menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu lumbung pencetak dai-dai berkualitas yang siap mewarnai mimbar-mimbar di seluruh nusantara.
Festival Dai Season 6 ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan intelektualitas spiritual bagi pemuda di Kediri dan sekitarnya. Seiring berjalannya kompetisi, masyarakat menanti lahirnya sosok-sosok pembicara baru yang mampu membawa narasi damai demi mewujudkan Indonesia yang lebih bermartabat di mata dunia pada masa depan.












