Ditempat yang sama, Neneng menceritakan . kalau dirinya sering diperkosa oleh Jarno, disaat suaminya tidak berada dirumah.Kondisi ini, sudah berlangsung sebulan lamanya. Dari situ, dia menceritakan kepada Agus, saudaranya hingga terdengar suaminya. Hingga, muncul niatan memberikan efek jera terhadap korban
” Pak Jarno (pelaku sekaligus korban meninggal, terhitung empat kali memperkosa saya dan hal ini dilakukan tiap hari senin, disaat suami saya bekerja ke Surabaya. Karena tidak mampu menahan beban ini, saya menceritakan kepada keluarga ” katanya.
Baca Juga: Syawalan 1447 H di Ponpes Wali Barokah, Dandim 0809/Kediri Pesankan Ini
Masih menurut ,Neneng, dia memancing pelaku datang kerumahnya, suami dan empat saudaranya, sudah berada didalam rumah, waktu itu. Hingga akhirnya, saat pelaku datang sekitar pukul 24.00 Wib, dengan mencongkel jendela kamar, suaminya beserta kerabatnya langsung menghajar korban.
” Sebenarnya tidak ada niatan menghabisi nyawa pelaku, melainkan hanya memberikan efek jera terhadapnya. Namun, keadaan berkata lain hingga tetangganya ini meninggal dunia ” pungkasnya.
Terpisah, tersangka Karyono suami Neneng, dirinya sebenarnya tidak bermaksud mengabisi nyawa Jarno. Melainkan hanya memberikan efek jera terhadap pelaku.
” Memang kepalanya saya pukul pakai skop, saat pelaku mencoba masuk kamar melalui jendela, dengan cara mencongkel. Dan aksi yang saya lakukan, dibantu empat saudara dan berujung meninggalnya korban ” ungkapnya.
Baca Juga: Korupsi Masif Perangkat Desa pada Ujian Berbasis CAT di Kediri, Murni Ide Bupati Mas Dhito
Karyono juga mengaku, niatan memukul korban dengan dibantu para saudaranya itu, lantaran sakit hati mendengar ungkapan istrinya yang diperlakukan tidak senonoh. Meskipun, dalam hati kecilnya menyesali atas kejadian tersebut.
” Suami mana yang tidak sakit hati dan marah, apabila rumah tangganya di ganggu apalagi istrinya diperkosa. Inilah, yang memicu saya melakukan hal ini ( pembunuhan), dibantu kerabat,hingga berakhir seperti ini ” pungkasnya. (Eko)












