Sri Mulyani juga menambahkan bahwa faktor utama yang mendorong perekonomian Indonesia adalah konsumsi rumah tangga dan investasi.
“Kita semua tahu bahwa konsumsi rumah tangga tetap stabil dan investasi mulai mengalami peningkatan,” ujarnya. Ekspor barang juga terus meningkat, yang turut mendorong surplus dalam neraca perdagangan.
Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta
Namun, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih kuat terjadi di tengah kondisi ekonomi global yang melemah. Sri Mulyani mengungkapkan bahwa ketidakpastian di pasar keuangan global masih sangat tinggi. Meskipun pertumbuhan ekonomi global relatif stabil, namun tingkat pertumbuhannya tetap rendah.
“Dalam konteks ini, untuk tahun 2024, kita semua memahami bahwa pandangan dari berbagai lembaga internasional menunjukkan pertumbuhan global yang stabil namun berada pada level yang rendah,” tegas Sri Mulyani.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
Dia juga mencatat bahwa menurut proyeksi IMF dalam World Economic Outlook (WEO) pada Juli 2024, ekonomi global diperkirakan tumbuh 3,2%, yang lebih rendah dibandingkan dengan realisasi 2023 yang mencapai 3,3%.
“Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan 3,2% untuk tahun ini lebih lemah dibandingkan pertumbuhan 3,3% yang tercatat pada tahun 2023,” jelas Sri Mulyani. Dia juga mengutip pernyataan Managing Director IMF Kristalina Georgieva yang menyebutkan bahwa situasi ekonomi global tahun ini cukup suram.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh dalam kisaran 5% hingga 5,2% pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kondisi global penuh ketidakpastian, perekonomian domestik tetap menunjukkan kinerja yang solid. Konsumsi rumah tangga dan investasi menjadi pendorong utama yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang positif.












