Dukungan BUMN dan Bio Farma dalam Restrukturisasi Indofarma

Dukungan BUMN dan Bio Farma dalam Restrukturisasi Indofarma
Dukungan BUMN dan Bio Farma dalam Restrukturisasi Indofarma

“Meskipun memilukan, seperti kasus-kasus sebelumnya seperti Jiwasraya dan Garuda, kami mendukung penegakan hukum,” jelasnya.

Nasib Karyawan Indofarma di Tengah Skandal

Sebagaimana diketahui, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah menyerahkan hasil laporan pemeriksaan investigatif atas pengelolaan keuangan PT Indofarma Tbk. ke Kejaksaan Agung pada hari Senin, 20 Mei 2024.

Bacaan Lainnya

Pemeriksaan ini dilakukan sebagai bagian dari pengembangan hasil pemeriksaan Kepatuhan atas Pengelolaan Pendapatan, Beban, dan Kegiatan Investasi dari tahun 2020 hingga Semester I tahun 2023 pada PT Indofarma, anak perusahaan, dan instansi terkait.

Wakil Ketua BPK, Hendra Susanto, menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan indikasi penyimpangan yang dapat dikategorikan sebagai tindak pidana dalam pengelolaan keuangan PT Indofarma.

“Dari hasil pemeriksaan investigatif, BPK menyimpulkan bahwa terdapat indikasi penyimpangan yang dapat dikategorikan sebagai tindak pidana yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait dalam pengelolaan keuangan PT Indofarma Tbk. dan anak perusahaannya, yang berpotensi menimbulkan kerugian negara sebesar Rp371.834.530.652,00,” ujar Hendra dalam keterangan tertulisnya pada hari Senin, 20 Mei 2024.

Restrukturisasi PT Indofarma: Dukungan BUMN dan Tantangan Hukum

Meskipun dukungan penuh dari BUMN terhadap restrukturisasi Indofarma, tantangan hukum yang dihadapi perusahaan ini tetap signifikan. Indofarma harus menghadapi proses hukum di Kejaksaan Agung terkait dugaan penyimpangan keuangan yang dapat merugikan negara secara besar-besaran. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk menegakkan keadilan di sektor BUMN, meskipun memerlukan waktu dan usaha yang ekstra untuk mengatasi masalah ini.

Pos terkait