Example floating
Example floating
Life StyleSehat Bugar

Duh, Angka Pengidap HIV di Jakarta Meningkat Drastis!

Alfi Fida
×

Duh, Angka Pengidap HIV di Jakarta Meningkat Drastis!

Sebarkan artikel ini
Duh, Angka Pengidap HIV di Jakarta Meningkat Drastis!
Duh, Angka Pengidap HIV di Jakarta Meningkat Drastis!

MEMO

Dinas Kesehatan DKI Jakarta Catat 79.628 Kasus Pengidap HIV, Hampir Separuh Pasien Tidak Terdeteksi dan Meninggal Dunia

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

Dinas Kesehatan DKI Jakarta baru-baru ini melaporkan jumlah kasus HIV di ibu kota mencapai angka yang mengkhawatirkan, yakni sebanyak 79.628 kasus per Maret 2023.

Dari jumlah tersebut, terdapat fakta yang mengkhawatirkan, karena hampir setengah dari total pasien tidak dapat terdeteksi dan berakhir dengan kematian akibat komplikasi dari infeksi HIV. Selain itu, sebagian dari pasien yang tidak terdeteksi ini diyakini mengalami fase penolakan sehingga menolak pengobatan.

Baca Juga: Manfaat Segar Air Kelapa Tak Selalu Universal, Perhatikan Kondisi Ini Sebelum Minum

Penanganan yang tepat menjadi perhatian serius bagi Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk mengatasi permasalahan meningkatnya angka pengidap HIV di Jakarta.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta Catat 79.628 Kasus Terinfeksi HIV, 6.573 Korban Meninggal

Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan bahwa jumlah orang yang terinfeksi HIV di Jakarta mencapai 79.628 kasus per Maret 2023. Dari angka tersebut, sebanyak 6.573 orang telah meninggal akibat komplikasi yang muncul setelah terpapar HIV.

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Memanfaatkan Air Kelapa untuk Rambut Sehat!

“Dari catatan kami, dari 79 ribu orang tersebut, ada yang meninggal dan ada juga yang hilang atau menghilang setelah dinyatakan positif HIV,” kata Dokter Ratia Ayuningtyas dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta saat menyampaikan temuannya dalam acara Media Briefing Hari Anak Nasional 2023, Kamis (20/7) di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Jumlah pasien yang hilang atau tidak bisa dihubungi sebanyak 9.811 orang. Saat ini, nasib mereka belum diketahui, apakah mereka melanjutkan pengobatan di tempat lain atau mengalami komplikasi hingga akhirnya meninggal.

Dokter yang biasa disapa Tia ini menyebutkan bahwa pasien yang hilang kontak mungkin sedang mengalami fase denial atau penolakan, sehingga menolak untuk menerima pengobatan.

Orang-orang yang terinfeksi HIV di Jakarta seringkali memiliki pemikiran bahwa mereka terkena diagnosis yang salah.