Example floating
Example floating
SURABAYA RAYA

Drama Hilangnya Eks Ketua DPRD Jatim, Kusnadi Ditemukan Linglung di Madura, Diduga Diculik Tiga Orang Bermobil Misterius

A. Daroini
×

Drama Hilangnya Eks Ketua DPRD Jatim, Kusnadi Ditemukan Linglung di Madura, Diduga Diculik Tiga Orang Bermobil Misterius

Sebarkan artikel ini
Drama hilangnya mantan Ketua DPD PDIP Jatim, Kusnadi

Surabaya, Memo |

Sebuah drama mengejutkan menyelimuti politik Jawa Timur ketika Kusnadi, eks Ketua DPRD Jatim periode 2019-2024, dilaporkan menghilang secara misterius sejak Rabu, 4 Juni 2025. Setelah empat hari pencarian intens, kegelisahan keluarga berakhir pada Minggu, 8 Juni 2025, saat Kusnadi ditemukan di wilayah Madura dalam kondisi linglung.

Baca Juga: Misteri di Balik Hilangnya Mantan Ketua DPRD Jatim Kusnadi; Drama Politik, Dana Hibah, dan Jejak Jejak di Madura

Penemuan ini memicu spekulasi yang lebih dalam, terutama setelah sang anak, Tonny Kusdita Kunong, mengungkapkan kecurigaan adanya dugaan penculikan yang melibatkan tiga orang tak dikenal yang berlogat Madura.

Hilang dari Peternakan, Terlacak di Madura

Kapolsek Balongbendo, Sidoarjo, AKP Sugeng Sulistiyono, mengonfirmasi kabar penemuan Kusnadi, “Alhamdulillah, sudah ketemu di Madura.” Namun, di balik rasa syukur itu, tersimpan kisah hilangnya Kusnadi yang penuh teka-teki.

Baca Juga: Kontroversi Dana Hibah Jatim, Mantan Ketua DPRD Ragukan Ketidaktahuan Khofifah, Minta Segera Buka Suara!

Berdasarkan laporan “orang hilang” yang dibuat Tonny, Kusnadi terakhir terlihat pada Rabu, 4 Juni 2025, sekitar pukul 11.00 WIB, di peternakan ayam miliknya di Dusun Wonokayun, Desa Wonokarang, Balongbendo, Sidoarjo. Saat itu, ia mengenakan celana jeans biru dan kemeja kotak-kotak biru, pakaian yang biasa ia kenakan sehari-hari.

Menurut keterangan pegawai di peternakan, Kusnadi pergi bersama dengan tiga orang yang identitasnya tidak diketahui, menggunakan sebuah mobil.

Baca Juga: Mantan Ketua DPRD Jatim, Ngaku Tidak Diculik, Tapi Cari Obat Alternatif di Madura

Yang semakin memperkeruh misteri, hasil pengecekan nomor ponsel Kusnadi oleh petugas Polsek Balongbendo menunjukkan bahwa ponsel tersebut terakhir aktif pada tanggal 8 Juni 2025 sekitar pukul 00.58 WIB, dengan sinyal terakhir terlacak di Pamekasan, Madura.

Jejak digital ini menjadi petunjuk krusial dalam pencarian yang berujung pada penemuannya.

Kecurigaan Sang Anak: Tiga Sosok Misterius dan Logat Madura

Tonny Kusdita Kunong, putra Kusnadi, adalah pihak yang paling merasakan keanehan di balik hilangnya sang ayah. Ia menceritakan adanya gelagat mencurigakan sebelum ayahnya menghilang.

“Sebelum hilang, sekitar hari Senin (2/6) memang ada orang lalu-lalang di depan kandang peternakan bapak di Balongbendo. Entah baca situasi atau bagaimana,” ujar Tonny, mengisyaratkan adanya pengintaian.

Kejanggalan semakin kuat pada Selasa, 3 Juni 2025, sehari sebelum Kusnadi menghilang. Salah satu dari tiga orang misterius tersebut bahkan menginap di rumah Kusnadi. Pegawai Kusnadi menyaksikan interaksi yang terlihat akrab antara ayahnya dan orang tersebut, yang sempat berbincang panjang lebar.

Lebih jauh lagi, pegawai Kusnadi mengaku sempat mendengar obrolan mereka dan mengenali logat Madura dari orang tersebut.

Pada Rabu siang, 4 Juni 2025, hari ketika Kusnadi hilang, ia diajak pergi oleh orang yang sebelumnya menginap itu, bersama dengan dua orang lainnya.

Kesaksian pegawai Kusnadi mengindikasikan adanya unsur pemaksaan atau manipulasi. “Keterangan pegawai, saat itu ada satu orang yang menuntun, satu orang di dalam mobil, dan satu orang yang menunggu di tiang listrik dekat peternakan,” papar Tonny, menggambarkan skenario yang menyerupai penculikan.

Sesaat sebelum pergi, pegawai Kusnadi sempat menanyakan apakah ia akan pulang malam atau menginap, serta melaporkan bahwa pakan ayam habis. Kusnadi menjawab singkat bahwa dirinya akan pulang. Itulah percakapan terakhir yang didengar, sebelum Kusnadi lenyap bersama tiga orang asing tersebut.

Laporan Penculikan dan Proses Penemuan

Merasa ada yang tidak beres setelah ayahnya tak kunjung pulang dan pesan WhatsApp-nya tidak direspons, Tonny akhirnya memutuskan untuk melapor ke polisi. Laporan “dugaan penculikan” itu diterima dengan nomor laporan STPLKO/02/VI/2025/SPKT/JATIM/SDA BALBEN pada Minggu, 8 Juni 2025.

“Pihak kepolisian mengabari bahwa terakhir posisi Bapak saya itu di Pamekasan, Madura,” kata Tonny, mengonfirmasi titik akhir penemuan ayahnya.

Meskipun Kusnadi telah ditemukan, kondisi linglungnya dan detail di balik kepergiannya yang misterius bersama tiga orang tak dikenal itu masih menjadi teka-teki besar.

Apakah ini murni sebuah insiden pribadi, ataukah ada motif lain yang melatarbelakanginya? Pihak kepolisian tentu akan menyelidiki lebih lanjut untuk mengungkap benang kusut di balik drama hilangnya seorang tokoh penting di Jawa Timur ini.( Red )