Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

DKPP Intensifkan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban Di Kabupaten Kediri Jelang Idul Adha

A. Daroini
×

DKPP Intensifkan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban Di Kabupaten Kediri Jelang Idul Adha

Sebarkan artikel ini
DKPP-Intensifkan-Pemeriksaan-Kesehatan-Hewan-Kurban-Di-Kabupaten-Kediri

“Kami berkomitmen memastikan bahwa semua hewan kurban yang dijajakan di area publik, khususnya pedagang pinggir jalan, sepenuhnya dalam kondisi sehat. Berdasarkan pemetaan awal dari tim medis di lapangan, pasokan sapi di peternakan lokal pun bebas dari indikasi klinis penyakit menular,” ujar Titik Sri Undari saat memberikan keterangan pers.

Indikator Fisik dan Regulasi Ketat

Dalam menetapkan status kelayakan hewan, DKPP menggunakan indikator klinis yang komprehensif. Selain postur tubuh yang proporsional dan tidak cacat, hewan kurban yang lolos kurasi wajib menunjukkan perilaku yang lincah, sorot mata yang jernih, bulu bersih mengkilap, serta kuku kaki yang kokoh.

Baca Juga: Mengurai Fakta Video Viral Dugaan Fee Proyek Koperasi Merah Putih Kediri, ASN Pemkab dengan TNI

Petugas juga memeriksa bagian rongga mulut untuk memastikan tidak ada produksi air liur berlebih, serta mengecek kondisi gigi ternak yang harus sudah tanggal atau berganti (poel) sebagai tanda kecukupan umur sah secara syariat.

Menariknya, ruang lingkup pengawasan biologis ini tidak hanya menyasar pasar domestik internal Kediri. DKPP juga memberlakukan protokol skrining ketat terhadap komoditas ternak yang dijadwalkan akan dikirim ke luar daerah. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab wilayah untuk mencegah terjadinya importasi maupun eksportasi wabah penyakit hewan antarkota.

Baca Juga: Skenario DPRD Mengamankan Kades;  Jaksa dan PH Sepakat Banding, Ratusan Warga Korban Prank dan Adu Domba

Edukasi dan Prosedur Isolasi Pedagang

Melalui pendekatan jurnalistik yang persuasif, dinas terkait juga mengimbau para peternak dan pedagang musiman untuk tidak tergiur keuntungan sesaat dengan menjual hewan yang terindikasi kurang sehat. Jika ditemukan adanya ternak yang mengalami penurunan kondisi fisik, pedagang diwajibkan melakukan langkah isolasi atau karantina mandiri secara mandiri.

Satwa tersebut harus mendapatkan intervensi medis hingga dinyatakan pulih total oleh dokter hewan berwenang sebelum diizinkan kembali masuk ke dalam sirkulasi pasar komersial.

Baca Juga: Menyingkap Misteri Situs Adan-Adan Kediri yang Viral Karena Ukurannya Melebihi Borobudur

Langkah preventif jangka panjang ini diharapkan mampu mengeliminasi kekhawatiran konsumen sekaligus menjaga stabilitas mutu serta kualitas daging kurban yang akan didistribusikan kepada masyarakat luas pada perayaan hari raya nanti.