Tutik Melanjutkan, dengan revitalisasi dalam konteks infrastruktur untuk menambah gaya tarik dan rangsangan sebagai area tempat jual beli barang dengan jumlah penjual lebih dari satu baik yang disebut sebagai pusat perbelanjaan, pasar tradisional.
Lebih jauh Tutik menjelaskan, Pasar dalam pengertian ekonomi adalah situasi seseorang atau lebih pembeli (konsumen) dan penjual (produsen dan pedagang) melakukan transaksi setelah kedua pihak telah mengambil kata sepakat tentang harga terhadap sejumlah (kuantitas) barang dengan kualitas tertentu yang menjadi objek transaksi. Kedua pihak, pembeli dan penjual mendapat manfaat dari adanya transaksi atau pasar.
“Pihak pembeli mendapat barang yang diinginkan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhannya sedangkan penjual mendapat imbalan pendapatan untuk selanjutnya digunakan untuk membiayai aktivitasnya sebagai pelaku ekonomi produksi atau pedagang, ” jelasnya.(Edo)
The post Disperindag Situbondo Menilai Pasar Modern Bukan Pesaing Pasar Tradisional appeared first on Memo Surabaya.
[ad_2]