Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Trenggalek

Dibuang Tanpa Dosa, Jejak Jarik Lusuh dan Tali Pusar Bayi Mungil di Tugu Trenggalek yang Kini Dipeluk Negara

A. Daroini
×

Dibuang Tanpa Dosa, Jejak Jarik Lusuh dan Tali Pusar Bayi Mungil di Tugu Trenggalek yang Kini Dipeluk Negara

Sebarkan artikel ini
Dibuang Tanpa Dosa penemuan bayi di tugu Trenggalek

“Saya lihat ada jarik di teras rumah kosong. Waktu saya pegang terasa empuk, saya kira boneka. Setelah saya buka, ternyata bayi. Saya langsung kaget,” tutur Yatini.

Memburu Nurani yang Hilang: Polisi Sita Jarik dan Tas Maroon

Sontak penemuan bayi di Tugu Trenggalek ini memantik keprihatinan sekaligus kemarahan warga

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Jajaran Satreskrim Polres Trenggalek bersama Polsek Tugu bergerak cepat menyisir lokasi kejadian dan menyita kain jarik lusuh serta tas maroon-putih sebagai barang bukti kunci.

Penyidik terus memanggil dan memeriksa sejumlah saksi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) demi melacak jejak orang tua biologis yang tega membuang darah dagingnya sendiri

Polisi menegaskan akan mengusut tuntas tindakan penelantaran anak ini hingga pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum

“Alhamdulillah kondisinya baik. Setelah ditangani di Puskesmas Tugu, bayi dirujuk ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek untuk observasi lebih lanjut. Dinas Sosial juga sudah berkoordinasi untuk langkah berikutnya,” terang Kapolsek Tugu AKP Sunawir

Pertarungan 72 Jam di Ruang Inkubator

Di saat aparat kepolisian sibuk mengejar jejak pelaku, perjuangan lain berkecamuk di RSUD dr. Soedomo Trenggalek

Malaikat-malaikat kecil bertoga putih di ruang perawatan anak bertarung menahan napas mendampingi sang bayi melewati periode kritis 72 jam pertama.

Langkah observasi intensif ini dipertaruhkan demi membentengi tubuh mungil sang bayi dari ancaman mematikan seperti hipotermia—akibat hempasan angin malam—serta bahaya infeksi pada tali pusar yang sempat terabaikan

“Saat tiba di rumah sakit, kondisi umum bayi terbilang baik. Namun, pemantauan ketat dalam periode 72 jam sangat vital untuk mengantisipasi potensi komplikasi, khususnya hipotermia dan infeksi pada tali pusar,” papar Humas RSUD dr. Soedomo Trenggalek.

Dibuang Orang Tua, Negara Hadir Merangkul

Meski terlahir dari kepedihan dan dibuang oleh mereka yang seharusnya melindungi, malaikat kecil ini dipastikan tidak akan melangkah sendiri. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Trenggalek bergerak pasang badan untuk mengambil alih tanggung jawab pengasuhan secara legal.

Begitu rangkaian pemantauan medis di RSUD usai, bayi mungil tersebut akan diserahterimakan ke UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Provinsi Jawa Timur di Sidoarjo. Di sana, negara tidak sekadar menjamin fasilitas hidup dan kesehatannya, melainkan juga menyiapkan alur adopsi resmi melalui Tim Pertimbangan Izin Pengangkatan Anak (TPIPA) Jawa Timur demi menyalurkan sang bayi ke pelukan keluarga angkat yang mendambakannya.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini