“Dan kami berharap tekanan ini tidak mengurangi daya kritis dan kekuatan teman-teman untuk terus bekerja. Tidak perlu takut, tetaplah bekerja secara profesional namun juga harus mempertimbangkan faktor keamanan,” lanjutnya.
Ninik juga meminta perusahaan pers untuk memberikan perhatian lebih terhadap keselamatan para jurnalis yang bekerja di bawah naungan mereka. Ia mengimbau agar perusahaan pers membuat sistem perlindungan yang efektif bagi para jurnalisnya.
“Karena seperti yang kita ketahui bersama, hingga saat ini belum ada mekanisme negara yang secara khusus memberikan perlindungan kepada kerja jurnalis dalam konteks pembela hak asasi manusia. Oleh karena itu, kami berharap dengan upaya yang kuat, teman-teman tetap bekerja profesional, namun juga harus mempertimbangkan keamanan diri,” katanya.
Sebagai informasi, paket berisi kepala babi tersebut diterima oleh satuan pengamanan Tempo pada hari Rabu (19/3/2025) sekitar pukul 16.15 WIB. Namun, Cica baru menerima paket tersebut pada pukul 15.00 WIB, Kamis (19/3/2025), setelah kembali dari liputan bersama rekannya, Hussein Abri Yusuf Muda Dongoran.












