Blitar, Memo.co.id
Pergantian kepemimpinan di tubuh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Blitar menjadi titik awal penyusunan strategi baru menghadapi kontestasi politik mendatang. Setelah resmi mengantongi Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Nuhan Eko Wahyudi langsung memasang target besar, yakni menggandakan perolehan kursi DPRD Kota Blitar pada Pemilu berikutnya.
Bagi Nuhan, kepengurusan periode 2026–2031 bukan sekadar pergantian struktur organisasi, melainkan momentum menghidupkan kembali mesin partai hingga ke tingkat bawah. Target enam kursi DPRD pun dipasang sebagai ukuran keberhasilan konsolidasi yang akan dilakukan selama lima tahun ke depan.
Saat ini PPP Kota Blitar memiliki tiga kursi di parlemen. Nuhan optimistis jumlah tersebut dapat dilipatgandakan dengan strategi memperkuat struktur partai, membina kader secara berkelanjutan, serta menyiapkan calon legislatif yang memiliki kualitas dan kedekatan dengan masyarakat.
“Kami ingin menambah satu kursi di setiap daerah pemilihan. Itu bukan sekadar angka, tetapi target yang harus diperjuangkan bersama melalui kerja organisasi yang lebih rapi dan kegiatan politik yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Penetapan kepengurusan baru merupakan hasil koordinasi antara DPP PPP, DPW PPP Jawa Timur, DPC PPP Kota Blitar, hingga seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC). Dalam kepengurusan tersebut, Nuhan akan didampingi Ansori sebagai sekretaris dan Eko Prasetyo sebagai bendahara.
Menurutnya, tantangan terbesar partai bukan hanya memenangkan pemilu, tetapi juga mengembalikan kepercayaan publik terhadap PPP sebagai partai yang hadir di tengah masyarakat. Karena itu, pembenahan organisasi akan dilakukan dari internal terlebih dahulu sebelum bergerak lebih luas.
“Amanah ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya mengajak seluruh kader, pengurus, simpatisan, dan keluarga besar PPP Kota Blitar meninggalkan sekat-sekat yang pernah ada. Saatnya bersatu dan bekerja agar PPP semakin dipercaya masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, Nuhan memandang kerja sama antara DPC PPP Kota Blitar dan DPC PPP Kabupaten Blitar tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Sinergi kedua daerah dinilai akan memperkuat posisi PPP di Blitar Raya sekaligus menjadi modal menghadapi agenda politik pada tahun-tahun mendatang.
“Kami adalah satu keluarga besar. Jika kekuatan Kota dan Kabupaten Blitar dipadukan, saya yakin PPP akan jauh lebih kuat, lebih dekat dengan masyarakat, dan mampu mengembalikan kejayaan partai di Blitar Raya,” tegasnya.
Dengan kepengurusan yang baru terbentuk, PPP Kota Blitar kini mulai memanaskan mesin organisasi. Konsolidasi internal, penguatan kaderisasi, hingga persiapan menghadapi Pemilu menjadi pekerjaan rumah yang akan segera dijalankan di bawah komando Nuhan Eko Wahyudi.**












