Untuk menjaga mutu benih, proses sertifikasi dilakukan oleh UPTD Perbenihan Tanaman Perkebunan Provinsi Jawa Timur.
Dari total luasan tersebut, varietas AAS AGRIBUN seluas 219 hektare telah mengantongi sertifikasi. Sementara varietas Bululawang seluas 24 hektare juga dinyatakan memenuhi standar sertifikasi. Sedangkan sekitar 6 hektare lainnya masih dalam tahap sertifikasi lanjutan yang ditargetkan selesai bulan depan.
Baca Juga: Panen Raya Jagung Serentak, Polres Blitar Dukung Swasembada Pangan Nasional
Ketersediaan benih itu dinilai mampu memenuhi kebutuhan Program Bongkar Ratoon hingga mencapai 1.500 hektare lahan tebu rakyat.
Rencananya, distribusi benih akan dilakukan secara simbolis melalui kegiatan tanam perdana pada 20 Mei 2026 mendatang. Agenda tersebut dijadwalkan dihadiri Bupati Blitar bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Blitar.
Baca Juga: Dua Kandidat Resmi Lolos, Duel Samanhudi vs Tony Andreas Ditentukan di Musorkot
Varietas AAS AGRIBUN dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan dibanding varietas tebu lama. Selain produktivitas tinggi dan rendemen gula yang lebih optimal, varietas ini juga dikenal lebih tahan terhadap serangan hama maupun penyakit utama tanaman tebu seperti luka api dan virus mosaik.
Tak hanya itu, kemampuan pertumbuhan tunas setelah panen dinilai lebih baik sehingga petani tidak perlu terlalu sering melakukan bongkar ratoon. Varietas tersebut juga dinilai adaptif terhadap berbagai karakter lahan di Jawa Timur.
Baca Juga: PJT I Jadwalkan Flushing Wlingi-Lodoyo Mulai 18 Mei 2026, Warga Diminta Jauhi Sungai Brantas
Melalui sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, program penyediaan benih unggul ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tebu petani di Blitar sekaligus memperkuat target swasembada gula nasional.**












