Namun, tidak semua jin qorin memiliki kecenderungan positif. Karakteristik jin ini memiliki potensi untuk memengaruhi jalan hidup manusia yang didampinginya. Sebagai contoh, apabila jin qorin memiliki tabiat yang baik, ia akan menuntun manusia menuju perbuatan terpuji dan memberikan ketenangan batin. Sebaliknya, jika jin qorin cenderung negatif, ia dapat menimbulkan perasaan was-was, keraguan, bahkan menguji keimanan seseorang.
Jin Khodam: Hadir Melalui Jalan Spiritual
Berbeda dengan jin qorin yang kehadirannya otomatis sejak lahir, jin khodam datang kepada manusia melalui serangkaian upaya spiritual yang disengaja. Laku batin, amalan-amalan tertentu, hingga ritual spiritual menjadi pintu masuk bagi entitas ini untuk mendekat.
Baca Juga: Waketum MUI: Kunci Perdamaian Ada di Semangat Saling Memberi, Bukan Meminta
Kang Mashrukhan memberikan ilustrasi, seseorang yang secara konsisten menjalankan ibadah puasa dengan ketulusan hati semata-mata karena Allah SWT, berpotensi menarik perhatian jin khodam. Sosok jin ini tidak hanya sekadar hadir, melainkan turut mendampingi individu tersebut. Umumnya, karakteristik jin khodam akan selaras dengan amalan spiritual yang ditekuni oleh manusia yang didampinginya.
Sebagai contoh, seseorang yang mahir dalam berpuasa kemungkinan akan didampingi oleh jin khodam yang juga memiliki kecintaan pada ibadah tersebut. Begitu pula dengan individu yang memiliki keilmuan tinggi, maka khodam yang menyertainya pun cenderung merupakan sosok yang berpengetahuan.
Pendamping Setia dengan Asal Usul Berbeda
Dengan demikian, perbedaan mendasar antara jin qorin dan jin khodam terletak pada asal-usul kedatangan mereka. Keduanya memang berfungsi sebagai pendamping, namun jin qorin hadir sebagai bagian tak terpisahkan sejak kelahiran, sementara jin khodam hadir melalui ikhtiar spiritual yang dilakukan oleh individu itu sendiri. Pemahaman yang jelas mengenai perbedaan ini diharapkan dapat meluruskan persepsi yang selama ini berkembang di masyarakat.












