Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Home

Beky Herdihansah Janji Perjuangkan Harga Telur Peternak Rakyat Blitar, Siap Surati Pemerintah Pusat

Prawoto Sadewo
×

Beky Herdihansah Janji Perjuangkan Harga Telur Peternak Rakyat Blitar, Siap Surati Pemerintah Pusat

Sebarkan artikel ini

Sementara itu, Suyanto, peternak ayam petelur skala mikro yang mewakili peternak Blitar Raya serta peternak dari Kediri, Tulungagung, dan Trenggalek, mengungkapkan kondisi yang saat ini dialami peternak semakin berat.

Menurutnya, harga telur di tingkat peternak terus mengalami penurunan, sementara biaya produksi terutama pakan ternak justru semakin tinggi.

Baca Juga: Hari Raya Idul Adha, Ketua DPRD Kota Blitar Serukan Semangat Berbagi

“Kami mewakili peternak di Kediri, Tulungagung, Trenggalek terkait harga telur yang semakin mblodot, sementara harga pakan ternak semakin melambung tinggi,” kata Suyanto.

Ia menyebut harga telur saat ini hanya berada di kisaran Rp21 ribu per kilogram, jauh di bawah harga yang dianggap layak bagi peternak.

Baca Juga: Bukan Cuma Ngaji Kitab Kuning MUI Tekankan Urgensi Digitalisasi Pesantren Dan Teknologi Santri Era Kecerdasan Buatan

“Hari ini sekitar Rp21 ribu harga telur per kilogram,” ujarnya.

Selain persoalan harga, peternak juga mengaku khawatir dengan isu masuknya investor besar ke sektor budidaya ayam petelur yang dinilai berpotensi mempersempit ruang usaha peternak rakyat.

Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta

“Malah ada isu bahwa kepala dinas terkait akan menggandeng investor untuk berbudidaya. Ini juga akan semakin mengancam kita,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Blitar Rijanto mengakui kondisi yang dialami peternak rakyat saat ini cukup memprihatinkan. Jika tidak segera ditangani, banyak peternak kecil dikhawatirkan terancam gulung tikar.

“Jika terus terjadi kondisi seperti ini mereka akan terancam gulung tikar,” kata Rijanto.

Menurut Rijanto, tekanan ekonomi global juga turut memengaruhi sektor peternakan. Kenaikan nilai tukar dolar berdampak langsung pada harga bahan baku pakan yang sebagian masih bergantung pada pasar internasional.

“Pengaruh geopolitik yang membuat dolar terus naik juga akan berpengaruh di harga pakan bagi peternak rakyat skala mikro kecil seperti mereka ini di Blitar,” jelasnya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Blitar akan berupaya merumuskan berbagai kebijakan yang dapat melindungi keberlangsungan usaha peternak ayam petelur rakyat.

“Pemerintah akan merumuskan kebijakan-kebijakan agar peternak ayam petelur yang kecil-kecil ini terselamatkan,” pungkas Rijanto.**