Ukurannya yang masif membuat proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara manual. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek bersama jajaran kepolisian segera melakukan sterilisasi area untuk mencegah adanya longsor susulan, mengingat cuaca yang masih diselimuti mendung tebal.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek menyatakan bahwa penanganan membutuhkan bantuan alat berat dari dinas terkait karena berat batu yang tidak memungkinkan untuk digeser biasa. Rencananya, batu tersebut akan dipecah menjadi bagian-bagian kecil atau ditarik menggunakan ekskavator berkekuatan besar.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Bupati Trenggalek Mas Ipin "Tersandra" di Arab Saudi
Selama proses pembersihan berlangsung, polisi mengimbau para pengguna jalan untuk mencari jalur alternatif guna menghindari penumpukan kendaraan yang semakin parah.
Bagi pengendara dari arah Ponorogo menuju Trenggalek atau sebaliknya, disarankan untuk memutar melalui jalur Kabupaten Tulungagung atau jalur memutar lainnya jika memungkinkan. Petugas di lapangan terus bersiaga untuk memberikan arahan kepada pengemudi truk dan bus yang telanjur terjebak di sekitar lokasi kejadian.
Baca Juga: Arena Sabung Ayam Muncul Lagi di Trenggalek, Warga Resah: Dekat Masjid, Ramai Sampai Larut
Pihak berwenang menargetkan jalur dapat dibuka kembali sesegera mungkin setelah material batu berhasil disingkirkan dan jalan dinyatakan aman dari ancaman tebing yang masih rawan longsor.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus berlangsung dengan pengawasan ketat. Masyarakat diminta tetap waspada saat melintasi jalur perbukitan selama musim penghujan, mengingat risiko bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan pohon tumbang masih sangat tinggi di wilayah Trenggalek dan sekitarnya.
Baca Juga: Sudah Pernah Ditutup, Arena Judi Trenggalek Kembali Buka Seolah Tanpa Takut












