Example floating
Example floating
Home

Bahaya Tersembunyi! Krisis Bahan Baku Guncang Industri Indonesia

Alfi Fida
×

Bahaya Tersembunyi! Krisis Bahan Baku Guncang Industri Indonesia

Sebarkan artikel ini
Bahaya Tersembunyi! Krisis Bahan Baku Guncang Industri Indonesia
Bahaya Tersembunyi! Krisis Bahan Baku Guncang Industri Indonesia

MEMO

Industri dalam negeri saat ini berhadapan dengan krisis bahan baku impor, yang secara signifikan memengaruhi sektor manufaktur. Data terbaru menunjukkan penurunan tajam dalam Indeks Manajer Pembelian (PMI), dengan para ahli dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengkhawatirkan dampak seriusnya.

Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup

Artikel ini mengulas bagaimana kekurangan bahan baku telah mereda hasil produksi, serta potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai ancaman nyata.

Penurunan Drastis PMI dan Ancaman Gelombang PHK di Tengah Krisis Bahan Baku

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengklaim bahwa saat ini industri dalam negeri sedang mengalami kekurangan bahan baku impor. Menurut Wakil Ketua Umum Apindo, Sanny Iskandar, masalah ini juga berdampak negatif pada penurunan hasil produksi.

Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan

Bukti dari permasalahan ini dapat dilihat dari data S&P Global, yang mencatat bahwa Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Manager’s Index/PMI) sektor manufaktur Indonesia turun ke level 51,5 pada bulan Oktober 2023.

Angka ini menunjukkan penurunan sebanyak 0,8 poin dibandingkan dengan angka bulan September 2023 yang mencapai 52,3.

Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb

Penurunan laju PMI di sektor manufaktur pada bulan Oktober 2023 ini merupakan yang terendah dalam lima bulan terakhir, sejak bulan Mei 2023.

Sanny menjelaskan, “Kekurangan pasokan bahan baku, terutama yang masih harus diimpor, bagi industri manufaktur, telah mengakibatkan berkurangnya jumlah produksi.” Hal ini disampaikannya pada hari Rabu, tanggal 1 November.

Menurut Sanny, permasalahan kekurangan bahan baku ini juga terkait dengan pelaku industri yang masih menunggu pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2023 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perindustrian.

Sanny juga menyoroti bahwa jika penurunan produksi industri di Indonesia terus berlanjut, maka kemungkinan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) akan menjadi tidak terhindarkan.

Krisis Bahan Baku Membayangi Sektor Manufaktur Indonesia: Apa yang Harus Dilakukan?

Dengan kata lain, penurunan Indeks PMI sektor manufaktur juga menjadi tanda-tanda bahwa gelombang PHK akan segera terjadi. Sanny menyatakan, “Jika penurunan produksi industri terus berlanjut, tentunya masalah PHK bisa terjadi.”