Selain persoalan pajak, untuk yang kedua kalinya para warga juga menyampaikan lagi seputar kinerja dan prilaku Kasun Widodo yang tidak bisa ditauladani sebagai figur pamong.
” Pamong kok senengane adu jago, miras judi dadu. Iki pamong cap opo. Delapan tahun dipimpin Kasun ini isin bos. Cepot lorot Widodo teko kasun wes ora pantes,” gerutu para warga juga.
Baca Juga: Apa Hak Korban Penganiayaan Di Bawah Umur ? Begini Tanggapan Aktifis Sosial Tanti Niswatin
Menanggapi protes warga seperti itu disampaikan Pj Kades Katerban, Warih Ardana tetap melalui prosedur yang ada.
“Kalau perkara ini tidak membuat nyaman dan berdampak pada stabilitas keamanan lingkungan, maka pemdes bersama muspika akan koordinasi. Intinya protes warga kita apresiasi,” beber Warih Ardana.
Untuk diketahui dalam babak pertama aksi warga ( sebulan yang lalu) , Kasun Widodo sudah menandatangani berita acara kesanggupan mengembalikan uang pajak seluruhnya total Rp 60 juta. Dengan batas waktu ( dead line) sampai hari ini ( Selasa,3/06/2025).
Namun faktanya Kasun Widodo ingkar janji. Dan justru saat warga gelar aksi demo, yang bersangkutan malah minggat.
Baca Juga: Sidang Tipikor Kades Dadapan Final, Hakim Jatuhi Hukuman 2 Tahun Penjara
Dengan menghilangnya Kasun Widodo dihadapan warga secara tegas disampaikan Lamuri berencana akan demo lebih besar.
Diinformasikan juga, dalam aksi unjuk rasa kali ini mendapat penjagaan ketat dari jajaran anggota Polsek Baron sampai aksi selesai dengan tertib dan aman tidak ada aksi anarkis. ( Adi)












