
NGANJUK, MEMO.CO.ID –
Baca Juga: Menyingkap Misteri Situs Adan-Adan Kediri yang Viral Karena Ukurannya Melebihi Borobudur
Perseteruan kades versus BPD Ngepeh Kecamatan Loceret dipridiksi bakal seru. Masing masing siap adu fakta dalam pembuktian kasus dugaan korupsi dana ADD dan Dana Desa (DD) tahun 2016.
Kades Ngepeh, M.Afifodin saat ditemui dirumahnya pada jum’at siang (5/5) ditanya wartawan persoalan dugaan korupsi yang diarahkan kepada dirinya ditanggapi dingin.
Baca Juga: JUMAT BERSIH SMPN 1 Grogol Libatkan Seluruh Warga Sekolah
Menurut dia, 8 item kegiatan fisik dan non fisik yang dijadikan materi laporan ke kejaksaan oleh Sukarno selaku anggota BPD dinilai tidak benar.
” Semua kegiatan yang sudah dilaksanakan sudah sesuai RAB dan bisa dicek langsung kelokasi. Progres pekerjaanyapun sudah seratus persen,” tegasnya.
Baca Juga: Penemuan Artefak Batu Yoni di Sawah Kediri Menguak Jejak Peradaban Masa Lalu
Termasuk tudingan dugaan pemalsuan tanda tangan BPD dalam berita acara masih dikatakan kades itu tidak benar.” Saya tidak pernah menandatangani lima anggota BPD yang tidak hadir dalam rapat pembahasan rancangan peraturan desa tentang pendapatan dan belanja desa,” tampiknya.












