Menurut Mimik, angka-angka ini mencerminkan preferensi konsumsi warga yang dihitung dari seluruh pengeluaran bulanan untuk kelompok makanan, baik yang dibeli, diberikan, maupun dihasilkan sendiri. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Trenggalek mencapai Rp500.993, sedikit lebih tinggi dibandingkan pengeluaran non-makanan.
Temuan ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi para pemangku kebijakan di bidang pangan dan kesehatan. Edukasi intensif diperlukan untuk menyeimbangkan pola konsumsi masyarakat demi asupan gizi yang lebih baik dan berkelanjutan. Selain itu, data ini dapat menjadi dasar untuk menyesuaikan program bantuan sosial, pendidikan keluarga, serta strategi peningkatan kualitas hidup di Kabupaten Trenggalek.
Baca Juga: Ketua DPRD; Lingkungan Hidup Jadi Prioritas Utama RPJMD Trenggalek 2025–2029
BPS, Trenggalek, Rokok, Daging, Pengeluaran Masyarakat, Gaya Hidup, Kesehatan, Ekonomi, Pola Konsumsi












