Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, mengungkapkan pandangannya terkait potensi bergabungnya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke dalam Koalisi Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. Meskipun pembahasan ini akan ditangani secara internal, pertanyaan mengenai peran PPP dalam koalisi terus mengemuka.
Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta
PPP Bergabung dengan Koalisi Prabowo?
Kepala Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto telah mengeluarkan pernyataannya mengenai kemungkinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk bergabung dengan Koalisi Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. Airlangga menyatakan bahwa hal ini akan menjadi topik pembahasan di dalam lingkup koalisi itu sendiri.
“Kami akan membahasnya secara internal di dalam koalisi Indonesia Maju,” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan pada hari Selasa (16/4/2024).
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
Namun, menurutnya, hingga saat ini, belum ada pembahasan internal di antara Prabowo – Gibran mengenai kemungkinan PPP bergabung. Begitu pula dengan pembagian alokasi bagi PPP.
“Belum ada pembahasan,” jelasnya.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Potensi PPP, Dinamika KIB, dan Tantangan Masa Depan
Sebelumnya, Penjabat Ketua Umum PPP, Mardiono, telah menghadiri acara halalbihalal Golkar beberapa waktu yang lalu. Dia menyatakan bahwa pihaknya menjaga komunikasi yang baik dengan seluruh partai politik.












