Example floating
Example floating
Tekno Digi

AI, Senjata Ampuh Lawan Serangan Siber!

Alfi Fida
×

AI, Senjata Ampuh Lawan Serangan Siber!

Sebarkan artikel ini
AI, Senjata Ampuh Lawan Serangan Siber!
AI, Senjata Ampuh Lawan Serangan Siber!

Akibatnya, sebagian besar organisasi di Indonesia meningkatkan anggaran mereka untuk keamanan siber pada tahun 2023. Bahkan, beberapa organisasi mencatat peningkatan anggaran hingga lebih dari 50 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Para pakar sebelumnya menyatakan bahwa AI dapat menjadi solusi untuk menangani masalah serangan siber, termasuk kebocoran data. Namun, yang menjadi masalah adalah seberapa efektif penggunaan AI untuk tujuan tersebut.

Baca Juga: Selebriti dan Perusahaan Terkenal Jadi Korban Peretasan TikTok Zero-Day!

Muhammad Salahuddien Manggalany dari CSIRT.id menyatakan bahwa meskipun AI dapat meningkatkan kemampuan proteksi keamanan, keamanan dasar harus tetap menjadi prioritas. Gildas Arvin Deograt dari Forum Keamanan Siber dan Informasi (FORMASI) menyatakan keraguan bahwa AI akan dapat mencegah kebocoran data, terutama dengan meningkatnya enkripsi dalam lalu lintas internet dan pergeseran fokus penjahat siber ke tingkat konten.

Masa Depan Keamanan Siber: Tantangan dan Potensi AI

Sementara AI menjanjikan solusi terdepan dalam melawan serangan siber, pertanyaan akan efektivitasnya masih mendominasi. Para ahli, termasuk Muhammad Salahuddien Manggalany dari CSIRT.id, menegaskan bahwa keamanan siber yang kuat tetap menjadi fondasi utama, dengan AI sebagai penguat tambahan.

Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele

Namun, Gildas Arvin Deograt dari FORMASI menyoroti ketidakpastian akan kemampuan AI dalam menghadapi tantangan ke depan, terutama dengan meningkatnya enkripsi lalu lintas internet. Meskipun demikian, integrasi AI menjadi tren utama dalam upaya meningkatkan respons terhadap serangan siber yang semakin kompleks, dengan perusahaan dan organisasi di Indonesia meningkatkan anggaran mereka untuk bidang keamanan siber.