Memo, Jombang — Menjelang perhelatan akbar Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), Rais Aam PBNU mengajak ribuan warga nahdliyin berkumpul dalam doa bersama melalui gelaran istigasah yang dipusatkan di Jombang, Jawa Timur, pada Kamis (20/8/2026). Langkah spiritual ini dilakukan sebagai ikhtiar batin agar seluruh rangkaian agenda muktamar berjalan dengan lancar, kondusif, dan memberikan manfaat luas bagi umat.
Kegiatan yang bertajuk “Mengetuk Pintu Langit” ini dihadiri oleh ribuan santri, kiai, serta pengurus NU dari berbagai daerah. Suasana khusyuk menyelimuti lokasi acara saat para jamaah melantunkan zikir dan doa, memohon keberkahan serta kelancaran bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut dalam menentukan arah masa depannya.
Rais Aam PBNU dalam arahannya menekankan bahwa kesiapan organisasi harus dibarengi dengan kesiapan spiritual. Menurutnya, kekuatan doa menjadi fondasi penting bagi para pengurus dan peserta muktamar agar senantiasa diberikan petunjuk oleh Allah SWT dalam mengambil keputusan strategis bagi kemaslahatan organisasi.
“Mari kita bersatu memanjatkan doa, mengetuk pintu langit, agar Muktamar NU kali ini menjadi forum yang membawa keberkahan, kedamaian, dan solusi bagi persoalan bangsa,” ujar Rais Aam PBNU di hadapan ribuan jamaah yang hadir.
Selain sebagai sarana untuk memohon kelancaran muktamar, istigasah ini juga menjadi momentum konsolidasi batin bagi warga nahdliyin di seluruh pelosok negeri. Diharapkan, semangat kebersamaan ini dapat terus terjaga selama pelaksanaan muktamar hingga menghasilkan kepemimpinan yang amanah bagi Nahdlatul Ulama.
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












