Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
KEDIRI RAYA

Tradisi Grebek Suro Kelurahan Pesantren Kota Kediri Diwarnai Kemeriahan Kirab Budaya Lokal

Hamzah Jurnalis
×

Tradisi Grebek Suro Kelurahan Pesantren Kota Kediri Diwarnai Kemeriahan Kirab Budaya Lokal

Sebarkan artikel ini
Tradisi Grebek Suro Kelurahan Pesantren Kota Kediri

KEDIRI, Memo – Pesona Tradisi Grebek Suro Kelurahan Pesantren Kota Kediri kembali memukau masyarakat lewat puncak perayaan bertajuk Merti Dusun Kirab Nawa Tirta Kencana pada Sabtu (20/6/2026). Ribuan warga tumpah ruah merayakan pergantian Tahun Baru Islam sekaligus melestarikan warisan leluhur.

Acara yang mengusung tema pelestarian sumber kehidupan ini sukses menyedot perhatian wisatawan dan warga lokal. Kemeriahan ini juga sejalan dengan program D’Cito yang digagas oleh Wali Kota Kediri demi mendongkrak pariwisata daerah.

Baca Juga: Rahasia Sukses Pekarangan Pangan Lestari Desa Tertek Kediri Curi Perhatian Menteri Pusat

Rangkaian Tradisi Grebek Suro Kelurahan Pesantren Kota Kediri

Sebelum kirab puncak dimulai, masyarakat lebih dulu menggelar Gugur Gunung atau kerja bakti massal. Gotong royong ini menjadi bukti nyata kekompakan warga dalam menjaga lingkungan sekitar.

Setelah itu, prosesi sakral dilanjutkan dengan pengambilan air dari sembilan sumber mata air bersejarah. Air suci tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kendi-kendi untuk diarak berkeliling kampung.

Baca Juga: Penataan Ulang Kawasan Car Free Day Kota Kediri Buat Pengunjung Nyaman Dan UMKM Berkembang

Salah satu sumber air diambil dari sebuah surau tua yang dipercaya sebagai lokasi babad alas kawasan ini. Tempat tersebut sangat lekat dengan sosok Mbah Singomenggolo, tokoh leluhur yang sangat dihormati oleh warga setempat.

Kirab Nawa Tirta Kencana dan Pesan Sang Lurah

Puncak acara dimulai dari Lapangan Voli RW 04 dan bergerak meriah menuju Kantor Kelurahan Pesantren. Rombongan kirab yang terdiri dari anak-anak sekolah, ibu-ibu pengajian, hingga komunitas seni jaranan tampil memukau sepanjang jalan.

Baca Juga: Perkemahan Wirakarya Jatim 2026 Hadir di Kediri Pramuka Lakukan Renovasi Tiga Rumah Warga

Lurah Pesantren, Insani, mengungkapkan kebanggaannya melihat antusiasme warganya yang begitu tinggi memeriahkan agenda tahunan ini.

“Kegiatan ini adalah ajang silaturahmi, hiburan rakyat, dan sarana memperkenalkan potensi lokal, sekaligus mendukung penuh program D’Cito dari Mbak Wali,” seru Insani.

Ia juga menekankan bahwa acara ini bukan sekadar pesta rakyat, melainkan wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta.

“Semoga lewat perayaan ini, kita semua bisa memanjatkan doa bersama agar kehidupan masyarakat makin baik dan sejahtera,” tambahnya dengan penuh harap.

Rebutan Tumpeng dan Pesta UMKM di Ujung Acara

Tidak hanya menampilkan seni dan budaya, rute kirab juga dipenuhi oleh lapak-lapak UMKM lokal yang menjajakan produk unggulan. Keterlibatan para pelaku usaha kecil ini membawa berkah tersendiri bagi perputaran ekonomi warga sekitar.

Sebagai pamungkas, masyarakat yang hadir langsung berbaur untuk memperebutkan gunungan tumpeng hasil bumi. Tradisi rebutan gunungan ini dipercaya membawa keberkahan dan kemakmuran bagi siapa saja yang berhasil mendapatkannya.

Setelah lelah berebut tumpeng, rangkaian perayaan ditutup dengan tradisi Kempul Bujono atau makan bersama di balai kelurahan. Kehangatan saat makan bersama ini menjadi simbol persatuan yang tak terpisahkan antar warga.

Insani sangat berharap semangat gotong royong dan cinta budaya lokal ini tidak luntur ditelan perubahan zaman.

“Harapan saya, melalui kegiatan ini tumbuh rasa memiliki bahwa kita mempunyai budaya yang harus dilestarikan, wisata yang harus dikembangkan, serta silaturahmi yang harus terus dijaga di tengah masyarakat,” pungkasnya.