Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
KEDIRI RAYA

Penutupan Total Jembatan Kaliombo Kediri selama 7 Bulan Dishub Siapkan Rekayasa Lalin

A. Daroini
×

Penutupan Total Jembatan Kaliombo Kediri selama 7 Bulan Dishub Siapkan Rekayasa Lalin

Sebarkan artikel ini
Penutupan Total Jembatan Kaliombo Kediri selama 7 Bulan Dishub Siapkan Rekayasa Lalin

MEMO, KEDIRI – Akses utama Jembatan Kaliombo I di Jalan Urip Sumoharjo resmi ditutup total mulai Jumat, 29 Mei 2026, hingga 11 Desember 2026 mendatang. Langkah ekstrem penutupan total jembatan kaliombo kediri selama kurang lebih tujuh bulan ini terpaksa diambil demi kelancaran proyek rehabilitasi total struktur jembatan penghubung rute Kediri–Tulungagung tersebut.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri bekerja sama dengan Satlantas Polres Kediri Kota langsung memberlakukan rekayasa lalu lintas ketat guna mengurai potensi kemacetan. Penutupan secara penuh ini dilakukan untuk memastikan keselamatan para pekerja proyek sekaligus pengguna jalan yang melintas.

Baca Juga: Vonis Empat Tahun Penjara bagi Penganiaya Balita di Ngronggo Kediri Ini Alasan Hakim

Pemerintah Kota Kediri mengimbau masyarakat untuk mencermati jalur-jalur alternatif yang telah disediakan dan menyesuaikan waktu perjalanan agar aktivitas harian tidak terganggu.

Sterilisasi Jalur Utama Demi Keamanan Proyek

Rehabilitasi jembatan yang bersumber dari fasilitas publik ini menuntut area sekitar proyek harus bersih dari lalu lalang kendaraan komersial maupun pribadi. Struktur bangunan yang dibongkar total membuat jembatan sama sekali tidak bisa dilalui oleh kendaraan jenis apa pun.

Baca Juga: Aturan Baru Pilkades Kediri 2026 Akomodasi Calon Tunggal Bumbung Kosong Bisa Menang

Oleh karena itu, rekayasa lalin langsung diaktifkan sejak hari pertama penutupan dilakukan. Pihak berwenang menaruh perhatian khusus pada jalur penghubung antar kota ini mengingat tingginya volume kendaraan setiap harinya.

“Karena proses rehab tersebut memerlukan sterilisasi jalan, maka jembatan harus ditutup penuh selama pengerjaan berlangsung,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arief Cholisudin Yuswanto.

Baca Juga: Rekor Satu Dekade Kabupaten Kediri Raih Opini WTP ke-10 Berturut-turut Tanpa Putus

Rute Alternatif Kendaraan Bus dan Kendaraan Pribadi

Untuk memecah kepadatan arus, Dishub membagi jalur pengalihan berdasarkan jenis kendaraan. Kendaraan besar seperti bus yang melaju dari arah Surabaya menuju Tulungagung dialihkan melalui rute Jalan Mayor Bismo, Jalan Diponegoro, Jalan Imam Bonjol, hingga tembus ke Jalan Sersan Suharmadji.

Sementara itu, bagi pengguna kendaraan pribadi dan sepeda motor, arus lalu lintas akan diarahkan melewati Simpang Empat Alun-Alun menuju ke Jalan Brigjen Katamso. Penempatan rambu petunjuk arah tambahan juga telah dipasang di sejumlah titik krusial.

“Kami berharap masyarakat bisa memahami kondisi ini dan mengikuti rekayasa lalu lintas yang sudah disiapkan agar mobilitas tetap lancar dan aman,” tutur Arief Cholisudin Yuswanto.