Kediri, Memo
Malam kemenangan menyambut Idulfitri di Kota Tahu berlangsung dengan sangat meriah dan sarat akan nilai budaya. Jalanan protokol kota mendadak berubah menjadi panggung seni raksasa berkat kreativitas ratusan pemuda yang unjuk gigi dalam merawat tradisi luhur pengingat waktu sahur dan penyambut hari raya.
Baca Juga: Mbak Wali Ajak Warga Rawat Tradisi Lewat Pergelaran Festival Kuliner Budaya Kediri yang Meriah
Kemeriahan tersebut tersaji dalam ajang kompetisi seni bertajuk festival musik patrol Kota Kediri yang digelar bertepatan dengan momen malam takbiran. Mengambil titik start di depan area pusat belanja lokal dan finis di kawasan ikonik kota, puluhan kelompok seniman muda sukses menyedot perhatian ribuan pasang mata warga yang memadati sepanjang rute jalan.
Hadir langsung untuk memberangkatkan para peserta, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya. Pemimpin muda yang akrab disapa Mbak Wali ini menilai, kegiatan ini bukan sekadar hiburan rakyat musiman, melainkan sebuah gerakan konkret dalam membentengi budaya asli daerah dari gempuran modernisasi.
Baca Juga: Mbak Wali Terima Studi Tiru NTT Pamerkan Kunci Sukses Kerajinan Tenun Tradisional Kota Kediri
Menurut Mbak Wali, musik patrol memiliki nilai historis yang kuat dalam kehidupan sosial masyarakat. Dahulu, tabuhan bambu tradisional ini digunakan sebagai alat komunikasi komunal penanda waktu. Kini, lewat sentuhan tangan kreatif generasi muda, seni ketuk tersebut bermutasi menjadi pertunjukan ritmis yang megah tanpa kehilangan ruh tradisionalnya.











