Kediri, Memo
Kabar baik buat warga Kota Tahu! Urusan berobat darurat kini tak perlu lagi bikin dompet auto-menangis. Pemerintah Kota Kediri baru saja meresmikan sebuah terobosan krusial demi menjamin warganya bisa mendapatkan penanganan medis yang cepat, layak, tanpa terganjal masalah biaya.
Baca Juga: Mbak Wali dan Gus Qowim Perkuat Sinergi Umaro dan Ulama Kediri Lewat Safari Pesantren
Duet pemimpin Kota Kediri, Wali Kota Vinanda Prameswati (Mbak Wali) bersama Wakil Wali Kota Qowimuddin (Gus Qowim), resmi menelurkan program anyar bertajuk Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan. Berlokasi di RSUD Kilisuci, peluncuran program ini menjadi angin segar, khususnya bagi kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 5 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKSEN).
Langkah nyata ini diambil karena Mbak Wali sadar betul bahwa kesehatan adalah modal paling mendasar bagi warga untuk bisa produktif dan sejahtera. Selama ini, masih sering ditemukan celah dalam skema jaminan kesehatan reguler seperti JKN atau asuransi swasta, terutama saat pasien membutuhkan penanganan kritis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit dengan diagnosis tertentu yang kuotanya dibatasi di faskes tingkat pertama.
Baca Juga: Mbak Wali Gandeng Pemuda Dongkrak Penguatan Kapasitas Karang Taruna Kediri Lewat Branding
Melalui program baru ini, Pemkot Kediri hadir sebagai juru selamat anggaran. Biaya pelayanan kesehatan darurat yang selama ini tidak tercover asuransi, kini bakal langsung ditanggung oleh pemerintah daerah.
Bukan sekadar janji di atas kertas, keseriusan ini ditandai dengan penandatanganan komitmen kerja sama yang masif. Dinas Kesehatan Kota Kediri langsung menggandeng dua rumah sakit pelat merah, yakni RSUD Gambiran dan RSUD Kilisuci, serta mencakup 10 rumah sakit swasta dan instansi lainnya yang tersebar di penjuru kota.
Baca Juga: Mbak Wali Ungkap Realisasi Investasi Kota Kediri 2025 Melejit Tembus Angka Triliunan
Rumah sakit yang ikut ambil bagian dalam kolaborasi ini antara lain RS Bhayangkara Kediri, RS TK. IV 05.07.02 Kediri, RS Baptis, RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan, RSU Lirboyo, RSU Ratih, RSIA Nirmala, RSIA Citra Keluarga, RSIA Melinda, hingga RSGM IIK Bhakti Wiyata. Sinergi gemuk ini memastikan warga tidak perlu bingung memilih faskes rujukan terdekat saat kondisi darurat melanda.
Lantas, bagaimana dengan birokrasinya? Tenang, manajemennya dipastikan anti-ribet dan transparan. Pemkot Kediri memanfaatkan basis digital lewat aplikasi khusus bernama Sistem Elektronik Jaminan Kesehatan Kota Kediri atau disingkat SEHATI.
Melalui sistem SEHATI ini, pihak rumah sakit mitra bisa langsung mengecek status sosial dan kategori desil pasien secara cepat saat mereka mendaftar. Data yang akurat ini akan mempermudah pihak rumah sakit mengklaim mekanisme pembiayaan langsung ke pemkot, sehingga pasien kurang mampu bisa fokus pada penyembuhan tanpa dibebani urusan administrasi yang berbelit-belit.
Di akhir peluncuran, Mbak Wali memberikan pesan tegas kepada jajaran Dinas Kesehatan dan seluruh manajemen rumah sakit mitra agar menjalankan amanah ini secara profesional dan penuh tanggung jawab. Layanan yang diberikan harus tetap berkualitas prima tanpa membeda-bedakan status sosial pasien, serta wajib mematuhi koridor hukum yang berlaku agar tepat sasaran.











