Blitar, Memo.co.id
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sananwetan Gedog 3 yang berada di bawah naungan Yayasan Srinarendra Boga mulai menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Blitar. Program ini resmi diluncurkan pada Selasa (9/3/2026) dengan menyasar para pelajar di wilayah Kecamatan Sananwetan.
Kepala SPPG Sananwetan Gedog 3, Rahmat Hidayat Siregar, mengatakan program tersebut menjadi langkah awal untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah. Ia berharap kehadiran SPPG Sananwetan 3 dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Baca Juga: Budayawan Jatim Dorong Pemerintah Wajibkan Indonesia Raya 3 Stanza di Upacara dan Media
“Kami berharap masyarakat bisa menerima keberadaan SPPG Sananwetan Gedog 3 ini dengan baik. Tujuan utama kami adalah memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup,” ujar Rahmat.
Pada tahap awal pelaksanaan, program ini menjangkau 13 sekolah di Kecamatan Sananwetan dengan total 833 siswa sebagai penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 412 porsi makanan kategori besar dan 421 porsi kategori kecil disiapkan untuk didistribusikan kepada para pelajar.
Untuk menu perdana, para siswa menerima paket makanan yang terdiri dari roti abon, susu kemasan 100 mililiter, buah jeruk, serta puding buah.
Rahmat menjelaskan, pelaksanaan hari pertama ini menjadi momentum awal bagi SPPG Sananwetan 3 dalam menyalurkan makanan bergizi kepada para siswa.
Baca Juga: Polisi Obrak-Abrik Arena Sabung Ayam di Kemloko Blitar, Aktivitas Judi Dihentikan
“Hari ini menjadi langkah awal kami dalam mendistribusikan makanan bergizi. Kami berharap seluruh siswa bisa menerima program ini dengan baik,” katanya.
Ia menambahkan, program MBG tidak sekadar memberikan makanan gratis, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Ke depan, pihaknya juga berencana memperluas cakupan penerima manfaat agar lebih banyak siswa yang bisa merasakan program tersebut.
“Melalui program MBG ini kami ingin mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi bagi pelajar sekaligus menumbuhkan kesadaran pentingnya pola makan sehat demi masa depan generasi muda,” pungkas Rahmat.**












