Example floating
Example floating
SURABAYA RAYA

Gejolak Relokasi RPH Pegirian Surabaya Ratusan Jagal Sapi Protes Bawa Ternak ke Dewan

A. Daroini
×

Gejolak Relokasi RPH Pegirian Surabaya Ratusan Jagal Sapi Protes Bawa Ternak ke Dewan

Sebarkan artikel ini
Gejolak Relokasi RPH Pegirian Surabaya Ratusan Jagal Sapi Protes

Polemik Dampak Pemindahan RPH Tambak Osowilangun Terhadap Distribusi

Lansekap pusat pemerintahan Kota Surabaya mendadak riuh oleh kehadiran tamu tak diundang berupa belasan ekor sapi yang dibawa oleh ratusan massa aksi pada Senin siang.

Para pelaku usaha pemotongan hewan atau jagal yang selama ini beroperasi di Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian turun ke jalan guna menyuarakan penolakan keras terhadap rencana relokasi operasional ke wilayah Tambak Osowilangun (TOW).

Baca Juga: Kolaborasi dengan Pemprov Jatim, YDSF Dukung Pondok Ramadhan untuk Disabilitas Pendengaran

Aksi unik namun sarat pesan keputusasaan ini menjadi puncak dari keresahan para pekerja sektor pangan yang merasa mata pencahariannya terancam oleh kebijakan penataan ruang kota yang baru.
Rencana Pemerintah Kota Surabaya untuk menyulap kawasan Pegirian menjadi pusat pelayanan publik baru nampaknya menemui jalan terjal. Gelombang protes dari Paguyuban Jagal Pegirian pecah di depan kantor DPRD Kota Surabaya, di mana mereka menuntut pembatalan rencana perpindahan ke Surabaya Barat. Alasan utama yang mendasari resistensi ini adalah faktor sosiologis dan ekonomis yang telah mengakar selama puluhan tahun di kawasan Ampel dan sekitarnya.

Bagi para jagal, RPH Pegirian bukan sekadar tempat bekerja, melainkan episentrum ekonomi yang menghubungkan rantai pasok daging dari hulu ke hilir. Jarak yang membentang antara Pegirian di Surabaya Utara dengan Tambak Osowilangun di perbatasan Gresik dianggap akan melambungkan biaya logistik secara signifikan.

Baca Juga: Mantan Kades Ambal Ambil Pasuruan Divonis Penjara Akibat Korupsi Dana Desa

Mereka mengkhawatirkan kenaikan biaya transportasi daging segar menuju pasar-pasar tradisional seperti Pasar Arimbi akan memicu lonjakan harga di tingkat konsumen atau bahkan mematikan usaha jagal skala kecil.

Di sisi lain, Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho, memberikan klarifikasi bahwa langkah relokasi ini bertujuan untuk modernisasi fasilitas. Menurutnya, infrastruktur di lokasi baru di Tambak Osowilangun dirancang jauh lebih higienis dan sesuai dengan standar Rumah Pemotongan Hewan modern yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Ular Piton 5 Meter Teror Warga Tandes Surabaya Masuk Kandang Ayam

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihak manajemen tidak akan melakukan pemindahan secara gegabah tanpa memastikan kesiapan seluruh fasilitas penunjang bagi para mitra jagal.

Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Muhamad Faridz Afif, yang menerima perwakilan massa, mencoba memediasi situasi tersebut. Legislator ini memahami bahwa ada ikatan emosional dan sejarah panjang di RPH Pegirian. Namun, ia juga mengingatkan bahwa penataan kota memerlukan ruang untuk berkembang.

Solusi yang ditawarkan saat ini adalah skema kompensasi transportasi dan perbaikan fasilitas di lokasi baru agar menyerupai kenyamanan di lokasi lama. Namun, tawaran tersebut tampaknya belum cukup untuk meredam kekhawatiran para jagal yang terancam kehilangan pelanggan tetap di wilayah utara.

Konflik ini memunculkan kekhawatiran baru terkait stabilitas stok daging di Kota Pahlawan. Jika mogok kerja benar-benar dilakukan sebagai bentuk protes lanjutan, maka distribusi daging sapi ke pasar-pasar utama bisa terganggu. Para ahli kebijakan publik menyarankan agar pemerintah kota mengedepankan dialog partisipatif daripada pendekatan administratif semata.

Penataan kota yang estetis memang penting, namun ketahanan ekonomi kerakyatan di sektor pangan tidak boleh dikorbankan demi pembangunan gedung perkantoran baru.

Hingga berita ini diturunkan, suasana di sekitar gedung dewan telah berangsur kondusif, namun ketegangan antara kebijakan pemerintah dan aspirasi akar rumput masih terasa kental.

Kelanjutan nasib relokasi RPH Pegirian kini bergantung pada sejauh mana efektivitas komunikasi antara Pemkot Surabaya, manajemen RPH, dan para jagal dalam merumuskan solusi yang saling menguntungkan (win-win solution) sebelum operasional sepenuhnya dipindahkan ke Surabaya Barat.

FAQ

Alasan utama penolakan adalah jarak lokasi baru (Tambak Osowilangun) yang dinilai terlalu jauh dari pasar utama mereka, sehingga meningkatkan biaya transportasi dan risiko penurunan kualitas daging segar.

Pemkot berencana menggunakan lahan eks RPH Pegirian untuk pembangunan kantor kecamatan dan pelayanan publik, serta ingin memodernisasi fasilitas pemotongan hewan ke tempat yang lebih standar di Surabaya Barat.

Hingga saat ini distribusi masih berjalan, namun terdapat ancaman mogok kerja dari para jagal jika aspirasi mereka tidak diakomodasi, yang berpotensi mengganggu stok daging di pasar tradisional.

Pihak dewan menyarankan adanya subsidi transportasi bagi jagal dan memastikan fasilitas di Tambak Osowilangun sudah siap 100% sebelum pemindahan dilakukan secara bertahap.