Example floating
Example floating
BLITAR

AKBP Titus Yudho: Media Mitra Strategis dalam Membangun Kepercayaan Publik

Prawoto Sadewo
×

AKBP Titus Yudho: Media Mitra Strategis dalam Membangun Kepercayaan Publik

Sebarkan artikel ini

Blitar, Memo.co.id
Polres Blitar Kota menggelar acara bertajuk Piramida (Ngopi Bersama Media) sebagai ajang diskusi santai antara aparat kepolisian dan insan pers. Kegiatan yang berlangsung hangat ini menjadi ruang dialog terbuka untuk mempererat kolaborasi antara kedua pihak, sekaligus memastikan penyampaian informasi publik berjalan secara akurat, cepat, dan bertanggung jawab.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly, menegaskan bahwa peran media tidak bisa dilepaskan dari upaya kepolisian dalam membangun kepercayaan publik. Menurutnya, media merupakan mitra strategis yang membantu menyebarluaskan informasi positif, terutama di tengah derasnya arus berita digital yang sering kali bercampur antara fakta dan opini.

Baca Juga: Ngopi Ramadan Jadi Panggung Evaluasi Kritis, Reformasi Struktural Jadi Tuntutan Kota Blitar

“Media adalah mitra kami dalam menyebarluaskan informasi yang positif kepada masyarakat. Namun, kita juga harus tetap waspada terhadap berita-berita yang beredar di internet. Pastikan selalu validitas sumbernya sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi tersebut,” ujar AKBP Titus Yudho.

Ia menambahkan, kegiatan semacam ini penting untuk menjaga komunikasi dua arah antara polisi dan media. “Kritik dari media juga kami perlukan, karena itu bisa menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga: Solid dan Humanis, PSHT Letting 2025 Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Aksi Ramadan

Sementara itu, Lestari, salah satu perwakilan media lokal, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Blitar membuka ruang dialog seperti ini. Menurutnya, keberadaan forum seperti Piramida menjadi bukti bahwa kepolisian terbuka terhadap masukan sekaligus mendukung jurnalisme yang sehat dan berimbang.

“Kami selalu mengutamakan proses verifikasi agar berita yang dipublikasikan benar-benar akurat. Terkadang, kami harus langsung mengonfirmasi kepada pihak kepolisian. Jika kehadiran kami mengganggu, kami mohon pengertian karena ini bagian dari upaya kami memastikan informasi yang benar,” ujarnya.

Baca Juga: Refleksi Setahun Pemkot Blitar: 70 Penghargaan hingga Tantangan Pangkas APBD 80 Persen

Senada dengan itu, Prawoto, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Blitar Raya, menilai kolaborasi antara media dan kepolisian harus dibangun atas dasar kepercayaan dan transparansi. Ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh hoaks.

“Sebagai mitra kepolisian, kami berharap adanya keterbukaan informasi publik. Dengan begitu, kami bisa memastikan bahwa masyarakat mendapatkan berita yang benar dan bermanfaat,” tutur Prawoto.

Kegiatan Piramida ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga simbol komitmen bersama dalam menjaga ekosistem informasi yang sehat di Kota Blitar. Di tengah gempuran informasi di media sosial, sinergi antara aparat penegak hukum dan jurnalis dinilai menjadi kunci dalam menangkal disinformasi dan membangun kepercayaan publik.

Dalam konteks yang lebih luas, kolaborasi seperti ini juga sejalan dengan semangat keterbukaan dan partisipasi publik yang digaungkan pemerintah. Media memiliki peran penting sebagai jembatan informasi antara institusi negara dan masyarakat, sementara kepolisian diharapkan mampu menghadirkan pelayanan berbasis transparansi dan profesionalitas.

Dengan sinergi yang semakin kuat, Polres Blitar Kota dan insan media berkomitmen menciptakan ruang komunikasi publik yang berimbang, mendorong literasi digital masyarakat, serta menjaga kondusivitas daerah melalui pemberitaan yang membangun dan bertanggung jawab.**