Blitar, Memo.co.id
Kabupaten Blitar memasuki usia ke-701 tahun, bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebuah perjalanan panjang yang dipenuhi semangat juang dan perubahan, yang kini dirayakan dengan tema besar “Blitar Digdaya, Jaya Linuwih” menggambarkan tekad kuat untuk menjadikan Blitar sebagai daerah yang berdaya dan berjaya.
Baca Juga: Regenerasi Menguat, Muscab X PPP Kota Blitar Bidik Lonjakan Kursi 2029
Perayaan ini ditandai dengan digelarnya Pisowanan Agung di Pendopo Ronggo Hadinegoro, yang dihadiri oleh Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, M.M, Wakil Bupati dan Ketua DPRD Supriadi (Kuat) dan Anggota, serta jajaran Forkopimda, para kepala desa, pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta para Bupati/Wali Kota dari berbagai daerah di Jawa Timur pada (5/08/25) pagi.
Dalam pidatonya, Bupati Rijanto mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani semangat gotong royong para pendahulu. Ia menekankan bahwa Blitar telah mengalami kemajuan di berbagai bidang, namun masih ada tantangan yang harus dituntaskan bersama.
“Melalui semangat Hurub Hambangun Praja, mari kita bersinergi dan bergerak cepat menyelesaikan berbagai persoalan demi mewujudkan Blitar yang berdaya dan berjaya,” tegas Bupati.
Pasangan Rijanto -Beky mengusung visi pembangunan Kabupaten Blitar 2025-2029 “Berdaya dan Berjaya” bisa terwujud yang berfokus pada Catur Dharma, yaitu:
Baca Juga: Jatmiko Pastikan Jaga Jarak dari Kekuasaan: “Saya Tidak Manfaatkan Posisi Keluarga”
•Pembangunan SDM
•Peningkatan pertumbuhan ekonomi
•Pelayanan publik yang optimal
•Jaminan ketentraman umum
Empat pilar ini selaras dengan Asta Cita Presiden RI dan Nawa Bhakti Satya Gubernur Jawa Timur, yang telah diintegrasikan dalam RPJMD Kabupaten Blitar 2025–2029.
Selain itu, sejumlah program prioritas lima tahun kedepan telah disiapkan dan mulai dilaksanakan pada 2025, antara lain:
°Optimalisasi sekolah lapang dan revitalisasi lembaga pendidikan.
°Peningkatan layanan kesehatan dan akses internet gratis.












