Example floating
Example floating
Peristiwa

Harga Beras dan Bawang Merah Naik di Mojokerto

Ferdi Ragil
×

Harga Beras dan Bawang Merah Naik di Mojokerto

Sebarkan artikel ini

Mojokerto, Memo

Sejumlah harga kebutuhan pokok di Kabupaten Mojokerto kembali mengalami perubahan. Kenaikan cukup terasa terutama pada komoditas beras dan bawang merah, yang merupakan bahan pokok utama bagi masyarakat.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto, Iwan Abdillah, menyampaikan bahwa lonjakan harga beras, baik jenis medium maupun premium, dipengaruhi oleh berakhirnya masa panen raya. Sementara itu, permintaan masyarakat tetap tinggi, tetapi pasokan dari petani mulai menipis.

“Harga beras IR64 medium kini berada di angka rata-rata Rp13.039 per kilogram, naik 0,64 persen. Bahkan di beberapa pasar tradisional sudah menyentuh Rp14 ribu, jauh di atas HET (Harga Eceran Tertinggi) sebesar Rp12.500. Untuk jenis premium, kisaran harga saat ini antara Rp13.500 sampai Rp16.000 per kilogram,” ujar Iwan, Rabu (23/7/2025).

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

Ia menambahkan, kenaikan harga di pasar tak lepas dari naiknya harga gabah di tingkat petani. Hal serupa terjadi pada bawang merah yang kini tembus Rp39.625 per kilogram, mengalami kenaikan sebesar 1,84 persen dibanding minggu lalu. Faktor cuaca dan distribusi disebut sebagai penyebab utama terbatasnya pasokan.

“Hujan beberapa waktu terakhir menghambat distribusi dari daerah penghasil. Di saat yang sama, kebutuhan pasar tetap tinggi,” jelas Iwan. Ia juga menyebut bahwa komoditas lain seperti bawang putih, jeruk lokal, telur ayam, ikan kembung, dan daging sapi ikut mengalami kenaikan meski tidak terlalu besar.

Baca Juga: Duka Bencana Petang Di Kepuhkembeng Jombang Puting Beliung Rusak Rumah Musala Dan Warung Kopi Hingga Warga Alami Trauma

Namun, tidak semua harga bergerak naik. Beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga. Cabai rawit, misalnya, tercatat turun cukup tajam sebesar 12,21 persen. Beras IR64 premium juga mengalami koreksi harga turun 1,64 persen, disusul oleh penurunan tipis pada minyak goreng kemasan dan minyak curah.

Data ini diperoleh dari hasil pantauan di 20 pasar tradisional melalui sistem pemantauan harga berbasis aplikasi Sinergi Smart, yang merupakan bagian dari kolaborasi antara Dinas PMD dan Disparindag Kabupaten Mojokerto.

“Kami terus memantau dinamika harga setiap hari dan menjaga komunikasi aktif dengan pedagang, koperasi, serta Bulog untuk memastikan pasokan tetap stabil dan harga tidak melonjak tak terkendali,” tutup Iwan yang juga menjabat Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Mojokerto.