Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

APBD Perubahan 2025 Kediri Meroket hingga Rp3,55 Triliun, Ini Dia Fokus Utama Mas Dhito

A. Daroini
×

APBD Perubahan 2025 Kediri Meroket hingga Rp3,55 Triliun, Ini Dia Fokus Utama Mas Dhito

Sebarkan artikel ini
APBD Perubahan 2025 Kediri Meroket hingga Rp3,55 Triliun, Ini Dia Fokus Utama Mas Dhito

Memo, hari ini. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kediri akan mengalami perubahan signifikan di tahun 2025. Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana atau akrab disapa Mas Dhito, baru saja menyampaikan nota keuangan Rancangan Perubahan APBD 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Kediri pada Selasa malam (1/7/2025).

Publik patut menyimak, bagaimana wajah anggaran bumi panjalu akan berubah dan apa saja prioritasnya.

Baca Juga: Refleksi Iduladha Mbak Wali Tekankan Makna Kurban Bagi ASN Pemkot Kediri Bukan Sekadar Kerja Formalitas Masuk Pulang

Mas Dhito menjelaskan, revisi anggaran ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama terkait perubahan Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun 2025. Yang menarik, perubahan ini dipastikan tetap berpihak pada kebutuhan mendesak masyarakat.

“Perubahan ini tetap mempertimbangkan pada pemenuhan skala prioritas lingkup kebutuhan masyarakat yang dianggap paling penting secara ekonomi, efisien dan efektif,” tegas Mas Dhito, menunjukkan komitmennya pada kesejahteraan warga.

Baca Juga: DKPP Intensifkan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban Di Kabupaten Kediri Jelang Idul Adha

Secara rinci, Mas Dhito memaparkan beberapa angka yang cukup mencengangkan. Pendapatan daerah diperkirakan naik 1,47 persen dari APBD murni 2025, mencapai Rp3.314.665.162.885,54 atau sekitar Rp3,3 triliun. Tak hanya itu, sektor penerimaan pembiayaan daerah juga melonjak 10,95 persen dari APBD murni, menjadi Rp235.944.377.304,46 atau sekitar Rp235,9 miliar.

Dengan lonjakan ini, total kekuatan APBD pada Rancangan Perubahan APBD 2025 diproyeksikan mencapai Rp3.550.609.540.190 atau Rp3,55 triliun, meningkat 2,50 persen dari APBD murni 2025. Angka ini tentu menunjukkan optimisme pemerintah daerah dalam mengelola keuangan.

Baca Juga: Mengurai Fakta Video Viral Dugaan Fee Proyek Koperasi Merah Putih Kediri, ASN Pemkab dengan TNI

Di sisi pengeluaran, belanja daerah juga mengalami kenaikan 2,48 persen dari APBD murni, menjadi Rp3.537.432.120.834 atau sekitar Rp3,537 triliun. Namun, ada kabar baik dari sisi pengeluaran pembiayaan daerah yang justru turun drastis. Semula dianggarkan Rp27,5 miliar, kini turun 52,08 persen menjadi Rp13.177.419.356 atau sekitar Rp13,1 miliar. Efisiensi ini patut diapresiasi.