Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
NGANJUK

Percepatan Program LTT Targetkan Capai Swasembada Pangan Dan Stop Import Beras

Mulyadi Memo
×

Percepatan Program LTT Targetkan Capai Swasembada Pangan Dan Stop Import Beras

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO – Luas lahan tanam padi di Kabupaten Nganjuk untuk tahun ini baru mencapai 46.007 hektar. Padahal untuk pencapaian program swasembada pangan, lahan yang harus ditanami padi targetnya sekitar 85.769 hektar.

Dengan realita itu tampaknya Dinas Pertanian tidak mengenal kata pesimis , namun sebaliknya justru tetap optimis bagaimana bisa mewujudkan pencapaian program swasembada pangan di Kabupaten Nganjuk sesuai harapan.

Baca Juga: SDP Terima Bantuan 1 Ekor Hewan Kurban Dari PDIP Jatim , Begini Ungkapan SDP ...

Salah satunya dengan mengeksiskan program percepatan Lahan Tambah Tanam ( LTT). Artinya dalam satu tahun masa tanam diharapkan para petani di Kabupaten bisa menanam minimal 2 kali tanam sampai 3 kali tanam padi. Tujuannya agar bisa menambah grafik angka hasil produksi panen padi meningkat.

Baca Juga: Menjunjung Tinggi Nilai Kebersamaan Dan Kemanusiaan , Tahun Ini DPD LDII Nganjuk Kurban 269 Sapi dan 424 Kambing

” Seperti lahan pertanian di Desa Sonobekel dalam satu tahun sudah bisa menanam tiga kali tanam padi. Makanya acara tanam serentak 14 Propensi kita pilih disini,” kata Istna usai mengikuti zoom meeting bersama Presiden RI Prabowo Subianto pada hari Rabu ( 23/04/2025).

Baca Juga: Ngontel Kertosono – Prambanan, Heri Koko dan Doni Jadi Sumber Inspirasi Keluarga Besar KOSTI Nganjuk

Upaya lain seperti disampaikan Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Itsna Shofiani akan intens memberikan support kepada petani untuk bisa merubah image negatif selama ini berkembang di masyarakat bahwa bertani itu tidak menguntungkan dan bertani itu tidak bisa hidup sejahtera.

” Image seperti itu harus dirubah. Karena untuk mencapai swasembada pangan syaratnya petani harus tetap menanam dan stop import,” terangnya.

Dibalik harapan itu masih kata Istna tentunya harus dibarengi dengan peningkatan sarana prasarana pertanian yang tercukupi.

” Alhamdulillah di Kabupaten Nganjuk beragam bantuan sarana pertanian terus teralisasi. Baik bantuan dari pusat, propensi atau daerah rutin teranggarkan,” paparnya.Bentuk bantuannya mulai jalan usaha tani,saluran irigasi, sumur dalam, benih padi. Termasuk yang baru baru ini program bantuan listrik masuk sawah kerjasama dengan PLN sangat mendukung sekali program percepatan lahan tambah tanam ( LTT).

Hal itu sesuai himbauan Presiden RI , Prabowo Subianto dalam agenda tanam serentak 14 Propensi di Indonesia melalui zoom meeting bahwa Indonesia adalah negara agraris harus menjadi lumbung pangan.

Untuk diketahui masa tanam di bulan April tahun ini target luas lahannya lumayan tinggi. Yaitu seluas 19.222 hektar. Dari catatan petugas penyuluh lapang ( PPL ) , selama bulan April ini untuk satu hari tanam ditargetkan bisa mencapai 1000 ha. Jadi selang selama 11 hari masa tanam padi bisa mencapai 11 ribu ha.

Tidak kalah pentingnya ketersediaan pupuk subsidi di masa tanam bulan ini diinformasikan tidak mengalami gendala. Kouta sudah sesuai RDKK.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Sonobekel, Sentot Rudi Prastiono mengapresiasi program pemerintah dan upaya dinas dalam mewujudkan capaian swasembada pangan lewat program Lahan Tambah Tanam ( LTT).

” Peran pemerintah dalam penerapan serap gabah petani ke BULOG di musim panen ke depan harus benar benar maksimal. Karena itu satu satunya kunci utama menuju petani sejahtera ,” harapan Sentot RP saat diwawancarai wartawan memo.co.id usai acara zoom meeting bersama Presiden RI Prabowo Subianto.

Diinformasikan juga, dalam acara zoom meeting dan tanam padi serentak 14 Propensi di Indonesia sexmcara simbolis dihadiri jajaran Forpimda, Forpimcam dan OPD dari Dinas Pertanian bersama jajaran PPL juga kelompok tani dan Gapoktan Desa Sonobekel Kecamatan Tanjunganom. ( Adi )