MEMO – Nama Fabio Azka Irawan kini bersinar terang seiring keberhasilan Timnas U-17 melaju ke Piala Dunia 2025. Namun, di balik pencapaian gemilang ini, terbentang sebuah perjalanan panjang yang bermula dari sebuah lapangan sederhana di depan rumahnya hingga akhirnya ia berhasil menembus barisan pemain elite di tingkat nasional.
“Sejak kecil, ia memang sangat menggemari sepak bola di kampung halamannya. Awalnya, ia bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB), kemudian melanjutkan ke Garuda Sakti di Jakarta. Setelah itu, ia berpindah-pindah klub, mulai dari MC SSP, RMD Jakarta, hingga akhirnya bakatnya terendus oleh pemandu bakat Persija saat usianya menginjak 15 tahun,” ungkap Endang Irawan, ayahanda Fabio Azka Irawan, pada Minggu (20/4/2025).
Baca Juga: Erick Thohir Beri Peringatan Keras! Meski Menang Telak, Garuda Muda Jangan Lengah
Sebuah momen istimewa terjadi ketika Fabio Azka Irawan berkesempatan bertemu dengan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Pemain belakang kelahiran Tulang Bawang Barat pada tanggal 29 Februari 2008 ini hadir didampingi kedua orang tuanya tercinta, Endang Irawan dan Suharti, serta Coach Dino Sefriyanto dan Wakil Ketua Asprov PSSI Lampung, Yoga Swara.
[Foto Bek Timnas U-17 Fabio Azka Irawan (kanan) saat bertemu dan berpose dengan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal (tengah). Turut serta pelatih muda,Dino Sefriyanto (kiri). (Foto: dok pribadi)]
Baca Juga: Kalah Telak 0-6, Pengamat Justru Beri Pujian Mengejutkan ke Timnas U-17
Endang Irawan menjelaskan lebih lanjut bahwa berkat kegigihan dan ketekunan yang luar biasa, Fabio berhasil menembus skuad Persija. Tak berselang lama, ia pun lolos seleksi untuk memperkuat Timnas U-16 dalam ajang AFF. Ia kemudian menorehkan prestasi yang membanggakan dengan meraih peringkat 3 di AFF U-16, mengantarkan Timnas U-17 melaju hingga babak 8 besar Piala Asia U-17, dan yang paling membanggakan, memastikan satu tiket ke Piala Dunia di Qatar.
Endang juga menekankan betapa krusialnya manajemen waktu yang baik antara kewajiban sekolah dan jadwal latihan yang padat. “Saya selalu mengajarkan kedisiplinan kepadanya, bagaimana cara mengatur waktu antara sekolah dan sepak bola, serta pentingnya istirahat dan asupan makanan yang seimbang. Semuanya harus berjalan selaras,” tuturnya.
Baca Juga: Persebaya Raih Hasil Imbang Kontra Persija di Laga Panas
Menurut pandangannya, dengan segudang pengalaman dan prestasi yang telah diraihnya, Fabio kini memiliki potensi besar untuk menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Ia memiliki cita-cita luhur untuk mengharumkan nama bangsa melalui kiprahnya di dunia sepak bola.
Suharti, ibunda tercinta Fabio, turut menambahkan mengenai pentingnya penanaman disiplin sejak usia dini. “Saya mendidik Fabio dengan disiplin sejak ia masih kecil, tidak hanya di lapangan hijau, tetapi juga di lingkungan rumah,” kata Suharti dengan penuh kasih.
Ia juga menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian Fabio yang kini mampu membawa nama daerahnya hingga ke panggung nasional. “Pesan penting bagi para orang tua adalah jangan pernah lelah untuk memberikan dukungan kepada anak-anak kita. Jalani setiap langkah mereka dengan doa dan semangat yang tak pernah padam,” pungkasnya.












