MEMO – Aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali meningkat dengan intensitas yang cukup tinggi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa hanya dalam waktu 24 jam, gunung api tersebut telah mengalami 188 kali letusan pada Kamis (20/2/2025), mulai pukul 00:00 hingga 24:00 WIT.
Berdasarkan pengamatan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono, letusan yang terjadi mengeluarkan kolom abu dengan ketinggian bervariasi antara 100 hingga 2.000 meter di atas puncak kawah. Abu vulkanik yang dimuntahkan berwarna putih dan kelabu, dengan intensitas tebal dan pekat.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
“Letusan ini terekam pada seismograf dengan amplitudo mencapai 6 hingga 34 mm, dengan durasi yang berbeda-beda. Selain gempa letusan, juga terdeteksi 8 kali gempa tektonik jauh,” ujar Kepala Pos PGA Dukono, Sarjan Roboke, saat dikonfirmasi oleh RRI, Jumat (21/2/2025).
Saat ini, Gunung Dukono masih berstatus Level II (Waspada), sehingga masyarakat sekitar serta wisatawan dilarang melakukan aktivitas apapun di area gunung, termasuk mendaki atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer.
“Letusan abu vulkanik yang terjadi berlangsung secara berkala, dengan sebaran abu yang bergantung pada arah dan kecepatan angin. Oleh karena itu, wilayah terdampak abu tidak selalu tetap,” jelas Sarjan.
Selain mengimbau masyarakat untuk menjauhi area gunung, Sarjan juga mengingatkan warga sekitar agar selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik yang dapat membahayakan kesehatan.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Dukono. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari pemerintah dan tidak mempercayai berita hoaks terkait aktivitas gunung berapi ini.












