“Letusan abu vulkanik yang terjadi berlangsung secara berkala, dengan sebaran abu yang bergantung pada arah dan kecepatan angin. Oleh karena itu, wilayah terdampak abu tidak selalu tetap,” jelas Sarjan.
Selain mengimbau masyarakat untuk menjauhi area gunung, Sarjan juga mengingatkan warga sekitar agar selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik yang dapat membahayakan kesehatan.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Dukono. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari pemerintah dan tidak mempercayai berita hoaks terkait aktivitas gunung berapi ini.












