MEMO – Setelah mengalami gangguan sistem pengereman, operasional LRT Jabodebek akhirnya kembali berjalan normal. Insiden ini terjadi pada Sabtu (8/2/2025) sekitar pukul 13.53 WIB, yang menyebabkan kereta tidak bisa melanjutkan perjalanan dan sempat menghambat layanan di jalur tertentu.
Kereta yang terdampak dalam kejadian ini adalah kereta TS 17 SN 45, yang sedang melayani rute Dukuh Atas BNI – Harjamukti di platform 1 Stasiun Rasuna Said. Akibat gangguan tersebut, kereta tidak dapat melanjutkan perjalanan, sehingga platform 1 sempat tidak dapat digunakan sementara waktu.
Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap
Untuk mengatasi permasalahan ini dan memastikan penumpang tetap dapat melanjutkan perjalanan, pihak LRT Jabodebek melakukan rekayasa perjalanan.
Penumpang dari Stasiun Dukuh Atas BNI menuju Jatimulya dan Harjamukti diarahkan untuk transit di Stasiun Pancoran Bank BJB sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kereta lain. Hal yang sama juga berlaku bagi penumpang dari arah Harjamukti dan Jatimulya menuju Dukuh Atas BNI.
Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan
Menurut Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono, proses pemulihan membutuhkan waktu yang cukup lama karena adanya sistem listrik aliran bawah pada jalur LRT Jabodebek.
“Penanganan dilakukan dengan sangat hati-hati karena kami mengutamakan keselamatan petugas dan pengguna layanan LRT Jabodebek. Kami memastikan agar gangguan dapat diselesaikan dengan aman, tanpa membahayakan siapa pun,” ujar Mahendro.
Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat
Setelah dilakukan penanganan intensif, akhirnya pada pukul 17.57 WIB, seluruh layanan LRT Jabodebek kembali normal dan perjalanan sudah dapat beroperasi sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
Dengan kembalinya layanan LRT Jabodebek ke kondisi normal, masyarakat kini bisa kembali menggunakan moda transportasi ini tanpa kendala. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa sistem transportasi berbasis teknologi tinggi tetap memerlukan pemeliharaan dan kesiapan teknis yang maksimal untuk menghindari gangguan serupa di masa mendatang.












